Home / Peristiwa

Senin, 21 September 2026 - 12:28 WIB

Angin Kencang Rusak 7 Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara, Bupati Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

REDAKSI

Angin kencang disertai hujan deras rusak ringan 7 Huntara penyintas banjir di Gampong Tanjong Dalam Selatan Langkahan Aceh Utara Minggu 20/9/2026, tidak ada korban jiwa, Bupati Aceh Utara imbau warga waspada cuaca ekstrem.

Angin kencang disertai hujan deras rusak ringan 7 Huntara penyintas banjir di Gampong Tanjong Dalam Selatan Langkahan Aceh Utara Minggu 20/9/2026, tidak ada korban jiwa, Bupati Aceh Utara imbau warga waspada cuaca ekstrem.

ACEH UTARA— Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara pada Minggu, 20 September 2026. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan tujuh unit hunian sementara (Huntara) bagi penyintas banjir di Gampong Tanjong Dalam Selatan, Kecamatan Langkahan, mengalami kerusakan ringan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa ini. Kerusakan yang terjadi umumnya terpusat pada bagian atap dan teras depan bangunan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, M. Nasir, membenarkan adanya insiden tersebut.

“Benar, tujuh unit Huntara di Langkahan rusak ringan diterjang angin kencang,” ujar M. Nasir.

Baca Juga :  Longsor Tutup Jalan Nasional Penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara

Menurutnya, kerusakan tersebut tidak sampai merusak struktur utama bangunan. Oleh karena itu, para penyintas tetap dipersilakan untuk menempati Huntara masing-masing karena masih layak dihuni.

“Mereka masih menempati Huntara masing-masing lantaran tetap bisa dihuni. Kerusakan hanya pada atap teras depan dan tidak mengenai dinding Huntara,” tambahnya.

Peningkatan Kewaspadaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan pemerintah daerah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan menyusul prediksi peningkatan curah hujan hingga akhir tahun 2026.

Langkah ini merujuk pada Surat Imbauan Pemerintah Aceh Nomor 300.2/11114 tertanggal 14 September 2026, yang menindaklanjuti prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Banda Aceh.

Baca Juga :  Wisatawan Malaysia Hilang Saat Menyelam di Perairan Shark Plateau Sabang

Menanggapi kondisi ini, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (yang akrab disapa Ayah Wa), mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, angin kencang, dan bencana susulan lainnya.

  • “Warga di Sepanjang DAS: Khusus bagi warga yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Krueng Sawang, Krueng Peuto, Krueng Pirak, Krueng Pase, dan Krueng Jambo Aye, diminta segera mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi jika hujan deras berlangsung lebih dari dua jam,” pesan Ayah Wa.
  • Titik Evakuasi: Warga juga diminta untuk mengenali lokasi titik evakuasi sementara yang aman dan mudah diakses oleh kelompok rentan serta penyandang disabilitas.
  • Langkah Mandiri: Masyarakat diimbau melakukan penyelamatan mandiri saat kondisi membahayakan, salah satunya dengan mematikan aliran listrik jika air mulai menggenangi permukiman guna mencegah korsleting.
Baca Juga :  Pemuda 24 Tahun Tenggelam di Sungai Pelanggahan Banda Aceh Ditemukan Meninggal

Pemerintah daerah terus mengingatkan agar warga tidak mengabaikan perubahan cuaca yang ekstrem, khususnya saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Kewaspadaan dini dinilai sangat penting untuk meminimalisir risiko korban jiwa dan kerugian material.

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Lahan Kosong di Gampong Kajhu Aceh Besar Terbakar, BPBD: Diduga Akibat Bakar Sampah

Daerah

Banjir Rendam Gampong Julok Rayeuk Utara, 300 KK Terdampak

Peristiwa

Gempa Bumi M7,7 Myanmar, Puluhan Jemaah Salat Jumat Meninggal Tertimpa Bangunan Masjid

Berita

Gedung DPRA Terbakar, Api Berkobar di Ruang Humas dan Sekretariat

Peristiwa

Kebakaran Hanguskan Rumah Panggung di Ingin Jaya, BPBD Dikerahkan Padamkan Api

Daerah

Lansia di Rukoh Ditemukan Meninggal, Polisi Lidik Sebab Kematiannya

Peristiwa

Kasus ASN Diskominsa Aceh yang Jadi Korban Penjambretan di Neusu di Duga Laka lantas Tunggal

Peristiwa

Angin Kencang Terjang Simeulue, 17 Rumah Rusak dan BPBD Turunkan Tim Penanganan