Home / Nasional

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:49 WIB

Anwar Abbas Soroti Serangan AS–Israel ke Iran, Desak China dan Korea Utara Ambil Sikap

REDAKSI

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas, menyampaikan pandangannya terkait ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta menyerukan peran aktif negara-negara besar untuk mencegah eskalasi konflik.(3/3/2026).

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas, menyampaikan pandangannya terkait ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta menyerukan peran aktif negara-negara besar untuk mencegah eskalasi konflik.(3/3/2026).

Jakarta – Pengamat sosial, ekonomi, dan keagamaan yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul serangan yang disebut-sebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menilai konflik tersebut berpotensi meluas dan mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah bahkan dunia internasional.

Dalam pernyataannya, Anwar Abbas menyoroti pentingnya peran kekuatan global lain seperti China dan Korea Utara untuk tidak tinggal diam. Menurutnya, kedua negara tersebut memiliki kapasitas militer dan pengaruh politik yang cukup besar untuk memberikan tekanan strategis guna mencegah eskalasi lebih lanjut, (3/3/2026).

Baca Juga :  Industri Nasional Solid di Akhir 2025, Pariwisata Melonjak 17,5 Persen

Ia berpendapat bahwa kehadiran armada militer China dan Korea Utara di kawasan Teluk dapat menjadi sinyal tegas bagi Amerika Serikat agar tidak memperluas konflik. “Langkah strategis semacam itu bisa menjadi faktor penyeimbang, sehingga agresi tidak berkembang menjadi perang terbuka yang lebih luas,” ujarnya.

Anwar Abbas juga mengingatkan bahwa sejarah mencatat kekuatan militer besar tidak selalu menjamin kemenangan dalam peperangan. Ia mencontohkan pengalaman Amerika Serikat dalam Perang Vietnam serta penarikan pasukan dari Perang di Afghanistan yang menunjukkan bahwa konflik berkepanjangan justru dapat melemahkan posisi politik dan ekonomi negara adidaya tersebut.

Menurutnya, dinamika geopolitik global saat ini berbeda dengan dekade-dekade sebelumnya. Dunia tidak lagi berada dalam konfigurasi unipolar, melainkan semakin multipolar, di mana negara-negara besar memiliki kepentingan dan pengaruh yang saling bersaing. Dalam konteks ini, ia berharap Iran tidak dibiarkan menghadapi tekanan sendirian.

Baca Juga :  Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Posisi di Bawah Presiden Sudah Ideal

Terkait kabar mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan di Teheran, Anwar Abbas mengingatkan agar masyarakat menunggu klarifikasi resmi dari otoritas terkait dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi berita yang beredar, mengingat isu tersebut sangat sensitif dan berpotensi memicu gejolak lebih luas.

Lebih jauh, Anwar menilai bahwa solidaritas internasional dan diplomasi tetap harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa konflik berskala besar di Timur Tengah akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, termasuk harga energi dan rantai pasok internasional yang juga berimbas pada negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Baca Juga :  Mualem Dukung Kebijakan Swasembada Pangan Presiden Prabowo

“Dunia membutuhkan keseimbangan dan dialog, bukan perluasan medan perang,” tegasnya.

Pengamat menilai bahwa pernyataan Anwar Abbas mencerminkan kekhawatiran sebagian kalangan terhadap kemungkinan terbukanya babak baru ketegangan global. Situasi di Timur Tengah saat ini dinilai sangat dinamis, sehingga langkah diplomasi, penahanan diri, dan peran aktif komunitas internasional menjadi kunci untuk mencegah konflik yang lebih besar.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Warning BMKG: Intip Peta Potensi Hujan Petir dan Kabut Asap Hari Ini

Nasional

Pantau Inflasi di Daerah, Wagub Aceh Sampaikan Hasil Safari Ramadan kepada Forbes DPR/DPD RI

Nasional

KLH Proses Hukum 30 Perusahaan Karhutla, Tuntutan Bisa Capai Rp15 Triliun

Nasional

Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang

Berita

138 WNA di Bali Dideportasi Sepanjang 2024, Ini Kasusnya

Nasional

Pemerintah Didesak Tetapkan Narkotika sebagai Bahaya Laten Bangsa

Berita

Presiden Tegaskan Komitmen Pemerintah Sediakan Makanan Bergizi untuk Anak Indonesia

Nasional

BNPB Catat Banjir dan Longsor Terjadi di Sejumlah Daerah, Aceh Masih Terdampak Terparah