MEUREUDU — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pidie Jaya pada Sabtu (31/10/2026) telah memicu terjadinya banjir susulan yang melanda 17 gampong. Air bah dilaporkan mulai menerobos masuk ke dalam rumah-rumah warga pada Minggu (1/11/2026) dini hari.
Banjir susulan ini tercatat sebagai fenomena yang kerap berulang di Pidie Jaya pasca musibah banjir besar yang sebelumnya menerjang kawasan berjuluk Nanggroe Japakeh tersebut pada November 2025 lalu.
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, ketinggian air terpantau berada di atas lutut orang dewasa saat menerobos pemukiman warga. Air berwarna cokelat keruh tersebut tampak memenuhi rumah-rumah penduduk, badan jalan, serta berbagai fasilitas sarana publik lainnya.
Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan di kalangan sebagian warga yang langsung berhamburan ke luar rumah demi menyelamatkan diri. Dalam situasi darurat tersebut, warga setempat tampak sigap menggunakan sampan untuk berkeliling desa guna memantau pergerakan air serta memastikan keselamatan sesama warga.
Kondisi Lalu Lintas dan Penanganan di Lapangan
Dampak banjir juga dirasakan pada akses transportasi darat. Di kawasan simpang lampu merah menuju kompleks Kantor Bupati Pidie Jaya, genangan air sempat mencapai ketinggian yang cukup mengganggu laju para pengguna jalan, baik dari arah Banda Aceh maupun Medan.
Guna menghindari kemacetan dan kecelakaan, petugas terkait bersama warga bahu-membahu mengatur arus lalu lintas di jalur nasional tersebut. Situasi serupa juga terlihat di Simpang Empat Meureudu, di mana genangan banjir hampir menutupi seluruh badan jalan nasional sehingga warga kembali turun tangan mengatur kendaraan.
Menjelang pagi hari, tepatnya hingga pukul 08.00 WIB, kondisi banjir terpantau berangsur-angsur surut. Kendati demikian, sisa-sisa banjir masih meninggalkan genangan serta lapisan lumpur tebal di ruas-ruas jalan maupun di halaman rumah warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Okta Handipa, ST, M.Arc., memberikan keterangan resmi Kepada Awak Media pada Minggu (1/11/2026). Ia mengonfirmasi bahwa ada sekitar 17 gampong yang terdampak langsung oleh banjir sebagai akibat dari guyuran hujan deras di wilayah tersebut.
Berikut adalah rincian sebaran 17 gampong yang dilanda banjir di berbagai kecamatan:
- Kecamatan Meurah Dua (6 Gampong): Gampong Geunteng, Blang Cut, Dayah Usen, Meunasah Mancang, Pante Beurene, dan Dayah Kruet.
- Kecamatan Meureudu (5 Gampong): Gampong Berawang, Meunasah Lhok, Manyang Cut, Mesjid Tuha, dan Grong-Grong Beuracan.
- Kecamatan Bandar Baru / Lueng Putu (3 Gampong): Gampong Blang Sukon, Sagoe Langien, dan Blang Glong.
- Kecamatan Panteraja (2 Gampong): Gampong Lhok Puuk dan Muka Blang.
- Kecamatan Bandar Dua / Ule Glee (1 Gampong): Gampong Juelanga.
“Saat ini, air masih menggenangi di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua. Sementara gampong-gampong lain, yang sempat terendam banjir, kini air telah surut cuman tinggal genangan dan lumpur,” pungkas Okta Handipa menutup keterangannya.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









