Aceh Tenggara – Bantuan Presiden Republik Indonesia sebesar Rp2.250.000.000 untuk pembelian sapi meugang Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Tenggara dipastikan akan segera disalurkan.
Namun, dana tersebut tidak akan digunakan untuk membeli sapi seperti rencana awal, melainkan dialihkan menjadi bantuan tunai bagi masyarakat korban banjir bandang.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program kemasyarakatan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam rangka menyambut tradisi meugang menjelang bulan suci Ramadan. Tradisi meugang sendiri merupakan budaya khas masyarakat Aceh, di mana daging sapi atau kerbau dibagikan dan dimasak bersama keluarga sebagai bentuk syukur menyambut Ramadan.
Bupati Aceh Tenggara menyampaikan bahwa berdasarkan pertimbangan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini, pemerintah daerah memutuskan dana sebesar Rp2,25 miliar tersebut lebih tepat jika diberikan langsung dalam bentuk uang tunai kepada warga terdampak banjir bandang.
Menurutnya, banyak korban banjir yang masih berupaya memulihkan kondisi ekonomi keluarga akibat kerusakan rumah, kehilangan harta benda, serta terganggunya mata pencaharian. Oleh karena itu, bantuan dalam bentuk uang tunai dinilai lebih fleksibel dan dapat langsung dimanfaatkan sesuai kebutuhan mendesak masing-masing keluarga.
“Dana bantuan dari Presiden ini akan ditransfer langsung ke rekening Bank Aceh milik para korban banjir bandang di Aceh Tenggara. Dengan cara ini, penyaluran lebih transparan, tepat sasaran, dan dapat segera dirasakan manfaatnya,” ujar Bupati, Sabtu, 14 februari 2026.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara memastikan proses pendataan penerima dilakukan secara cermat dan mengacu pada data korban banjir yang telah diverifikasi sebelumnya.
Mekanisme transfer langsung ke rekening juga dipilih untuk meminimalkan potensi kendala teknis serta memastikan akuntabilitas penyaluran anggaran.
Kebijakan pengalihan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi riil masyarakat di lapangan. Meski tradisi meugang memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat di Aceh, pemerintah daerah menilai bahwa pemulihan ekonomi korban bencana menjadi prioritas utama menjelang Ramadan tahun ini.
Sejumlah warga terdampak banjir menyambut baik kebijakan tersebut. Mereka menilai bantuan dalam bentuk uang tunai akan lebih membantu untuk memenuhi kebutuhan pokok, memperbaiki rumah, maupun menutupi biaya pendidikan anak-anak.
Dengan total anggaran Rp2,25 miliar, bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban ratusan keluarga terdampak banjir bandang di Aceh Tenggara serta membantu mereka menyambut Ramadan 1447 Hijriah dengan kondisi yang lebih baik.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan berbagai program bantuan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.(**)
Editor: Dahlan









