Home / Ekonomi / Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WIB

BI Catat Utang Luar Negeri Pemerintah Agustus 2026 Tembus US$ 220,9 Miliar

REDAKSI

BI catat ULN Pemerintah Agustus dua ribu dua enam dua ratus dua puluh koma sembilan miliar dolar tumbuh tiga koma tiga persen dipicu inflow SBN tanda percaya investor.

BI catat ULN Pemerintah Agustus dua ribu dua enam dua ratus dua puluh koma sembilan miliar dolar tumbuh tiga koma tiga persen dipicu inflow SBN tanda percaya investor.

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Pemerintah pada bulan Agustus 2026 mencapai US$ 220,9 miliar. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,3% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perkembangan ULN pemerintah ini terutama dipengaruhi oleh derasnya aliran modal masuk (inflow) pada Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap prospek perekonomian Indonesia yang tetap terjaga.

Baca Juga :  Wagub Aceh Ikuti Rakor Nasional Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

“Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal,” ujar Denny dalam keterangan resminya, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga :  Dari Kebumen, udang menjadi kekuatan baru pertumbuhan ekonomi Indonesia

Penyaluran Sektor Produktif APBN

Denny menambahkan, sebagai instrumen pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus difokuskan pada sektor-sektor produktif dengan tetap menjaga prinsip keberlanjutan.

Rincian alokasi pemanfaatan ULN pemerintah mencakup sejumlah sektor utama:

  • Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial: 22,0% dari total ULN pemerintah
  • Administrasi Pemerintah, Pertahanan, & Jaminan Sosial Wajib: 20,7%
  • Jasa Pendidikan: 16,2%
  • Konstruksi: 11,4%
  • Transportasi & Pergudangan: 8,5%
Baca Juga :  Satgas Yonif 112/DJ Kodam Iskandar Muda gelar Bakti Sosial di Puncak Jaya

Peningkatan ULN Bank Sentral

Di sisi lain, kenaikan ULN pada bank sentral terutama didorong oleh meningkatnya kepemilikan investor asing (non-residen) pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hal ini sejalan dengan langkah BI yang konsisten menjalankan strategi operasi moneter pro-market guna memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Menumbuhkan Cinta Rupiah dari Bangku Sekolah, BI Aceh akan Gelar Olimpiade CBP 2026

Nasional

Wali Nanggroe Kunjungi Jusuf Kalla Usai 4 Pulau Dikembalikan ke Aceh

Nasional

Komisi III DPR RI Petakan 13 Tindak Pidana dalam RUU Perampasan Aset

Hukum

Penyalahgunaan Izin Tinggal, WN India Dideportasi dan Tangkal Masuk Indonesia oleh Imigrasi Banda Aceh

Nasional

Kapolri Tetapkan Status Gugur dan Berikan KPLB Anumerta Terhadap 3 Personel Terbaiknya

Nasional

Bertemu Menteri Amran, Bupati Aceh Besar Fokus Perkuat Sektor Pertanian

Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Tak Pandang Bulu Berantas Korupsi, Minta BPKP Teruskan Pemeriksaan Tanpa Kecuali

Ekonomi

Harga Emas Dunia Melemah, Turun ke US$4.723 per Troy Ons