Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh terus memperkuat sistem layanan kebencanaan bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan layanan Call Center Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) yang siaga melayani masyarakat selama 24 jam penuh, hal tersebut disampaikan pada 31 Mei 2026.
Layanan ini disiapkan sebagai pusat informasi, pengaduan, serta koordinasi kebencanaan guna memastikan respons cepat terhadap berbagai kejadian darurat yang terjadi di wilayah Kota Banda Aceh.
Melalui Call Center Pusdalops PB, masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait bencana maupun kondisi darurat lainnya melalui nomor telepon dan WhatsApp 0813-7363-263. Selain itu, BPBD Kota Banda Aceh juga menyediakan layanan darurat nasional melalui nomor 112 yang dapat dihubungi secara gratis.
Kepala BPBD Kota Banda Aceh Cut Ahmad Putra mengatakan, keberadaan Call Center Pusdalops PB merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kebencanaan yang cepat, tepat, dan responsif kepada masyarakat.
“Penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, kami menghadirkan layanan Call Center Pusdalops PB yang beroperasi 24 jam sebagai sarana komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula upaya penanganan, evakuasi, dan koordinasi dapat dilakukan,” ujarnya.
Dalam publikasi yang disampaikan BPBD Kota Banda Aceh, layanan tersebut mencakup berbagai fungsi penting, mulai dari penyampaian informasi kebencanaan terkini, peringatan dini, edukasi mitigasi bencana, hingga penerimaan laporan darurat dari masyarakat.
Selain menerima laporan, Pusdalops PB juga berperan dalam mengoordinasikan bantuan dan proses evakuasi bersama instansi terkait. Informasi dan imbauan penting kepada masyarakat juga akan disampaikan secara berkala guna meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Kota Banda Aceh sendiri memiliki berbagai potensi ancaman bencana, baik bencana alam maupun nonalam. BPBD mengidentifikasi sejumlah jenis bencana yang perlu diwaspadai masyarakat, seperti gempa bumi, banjir, banjir bandang, tsunami, cuaca ekstrem, kebakaran, gelombang ekstrem dan abrasi, serta likuifaksi.
Menurut Kepala BPBD Kota Banda Aceh, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi risiko dan dampak bencana.
“Kota Banda Aceh memiliki berbagai potensi ancaman bencana. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana. Melalui Call Center Pusdalops PB, kami memastikan masyarakat memiliki akses yang mudah untuk memperoleh informasi, menyampaikan laporan, serta mendapatkan bantuan dan koordinasi penanganan secara cepat selama 24 jam penuh,” katanya.
BPBD Kota Banda Aceh mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan atau mengalami kejadian bencana di lingkungan sekitar agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Adapun alur layanan Call Center Pusdalops PB dimulai dari penerimaan laporan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan proses verifikasi dan koordinasi. Setelah itu, petugas akan melakukan tindak lanjut dan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan sebelum menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat.
Selain layanan telepon dan WhatsApp, masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui akun Instagram @bpbd_bandaaceh, website resmi BPBD Kota Banda Aceh, serta layanan surat elektronik yang telah disediakan.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara optimal. Jangan menunggu kondisi semakin parah untuk melapor. Informasi yang cepat dari masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana dan keselamatan bersama,” pungkas Kepala BPBD Kota Banda Aceh.
Dengan keberadaan Call Center Pusdalops PB yang beroperasi selama 24 jam, BPBD Kota Banda Aceh berharap masyarakat dapat memperoleh akses informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (ADV)









