Home / Aceh

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:41 WIB

BPDP Dorong Penguatan Kapasitas 133 Pekebun Aceh Timur dan Subulussalam melalui Implementasi ISPO

REDAKSI

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., memberikan arahan saat membuka pelatihan

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., memberikan arahan saat membuka pelatihan "Implementasi ISPO Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit" bagi 133 pekebun dari Aceh Timur dan Kota Subulussalam di Banda Aceh, Selasa (29/9/2026).

Banda Aceh – Sebanyak 133 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Aceh Timur dan Kota Subulussalam mengikuti pelatihan “Implementasi ISPO Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit” yang dibuka pada 29 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung hingga 4 Oktober 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pekebun dalam memahami dan menerapkan standar keberlanjutan perkebunan kelapa sawit melalui Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Pelatihan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan PT Iskol Agridaya Internasional. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman pekebun mengenai pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sekaligus mendorong penerapan standar yang berlaku di tingkat usaha perkebunan.

Pembukaan pelatihan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bidang Usaha Tani, Perizinan Produksi dan Pengelolaan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur, Erni Safwar, S.P., Kepala Bidang Perkebunan Kota Subulussalam, Andriansyah, S.ST., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., serta Tulus Tri Margono, S.P., M.P., dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Baca Juga :  Duka di Panti Geunaseh Sayang: Dinsos Aceh Sigap Urus Pemakaman Warga Lansia

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap peningkatan kapasitas pekebun, khususnya dalam mempersiapkan mereka untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Erni Safwar, S.P., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari penerapan standar keberlanjutan kelapa sawit. “Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam penerapan standar keberlanjutan kelapa sawit.

Sertifikasi ISPO bukan hanya sertifikat, tetapi wujud nyata dari tanggung jawab kita terhadap lingkungan,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Perkebunan Kota Subulussalam, Andriansyah, S.ST., berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti pelatihan, tetapi juga dapat membagikan pengetahuan tersebut kepada pekebun lainnya di daerah masing-masing. Dengan demikian, pemahaman mengenai standar perkebunan berkelanjutan diharapkan dapat semakin berkembang di tingkat pekebun.

Baca Juga :  DPW Solidarity Squad Aceh Apresiasi Mualem Cabut Pergub JKA

Arahan juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P. Ia menegaskan bahwa penerapan ISPO merupakan komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat penerapan di lapangan.

“ISPO merupakan komitmen bersama untuk melaksanakan pertanian sawit secara berkelanjutan. Harapannya, dengan pelatihan ini yang tidak hanya terkait teori, tetapi juga ada kegiatan kunjungan lapangan, petani yang sudah mengikuti pelatihan dapat mulai menerapkan standar ISPO di tempatnya masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Tulus Tri Margono, S.P., M.P., dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menekankan pentingnya penerapan standar keberlanjutan ISPO sebagai bagian dari upaya menunjukkan komitmen perkebunan kelapa sawit Indonesia terhadap pengelolaan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Puncak Hari Anak Nasional 2026 di Aceh Siap Digelar di Stadion Harapan Bangsa

“Dengan upaya penerapan standar keberlanjutan ISPO pada kelapa sawit, kita dapat menjawab dan menunjukkan kepada dunia bahwa perkebunan kelapa sawit tidak merusak lingkungan dan dapat berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui pelatihan ini, para pekebun diharapkan tidak hanya memahami standar ISPO secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pengelolaan perkebunan masing-masing. Kegiatan pembelajaran dan kunjungan lapangan menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran mengenai penerapan standar keberlanjutan secara nyata.

Selain meningkatkan kapasitas pekebun, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada pekebun lainnya di daerah masing-masing. Dengan demikian, penerapan prinsip perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dapat semakin diperkuat di tingkat pekebun.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit di Aceh Timur dan Subulussalam serta mendorong pengelolaan perkebunan yang produktif, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan berkelanjutan.(***)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh

Kick Off Program Pendidikan Kebanksentralan, Bank Indonesia Aceh Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi untuk mendorong kualitas SDM Unggul

Aceh

Malam Ini: Rektor, Wali Kota, dan Sekda Satu Panggung Baca Puisi di Kedai Kopi

Aceh

TNI terus distribusi bantuan logistik 

Aceh

Mabes Polri Tambah Kuota Calon Bintara Brimob untuk Aceh, Total 100 Orang Dinyatakan Lulus Terpilih

Aceh

Kodam IM dirikan Posko Kesehatan di berbagai Wilayah terdampak Banjir di Aceh

Aceh Besar

57 Peserta Kafilah Aceh Besar Lolos Verifikasi Faktual MTQ XXXVII Provinsi Aceh

Aceh

Sabet 114 Medali, Aceh Besar Juara Umum Setda Aceh Taekwondo Championship 2025

Aceh

Ikuti SOTK Baru, 610 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemerintah Aceh Dikukuhkan