DONGGALA — Akses transportasi warga yang menghubungkan Desa Wani 3, Kecamatan Tanantovea, dengan Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, sempat terputus akibat banjir yang merusak jalan dan jembatan penghubung antarwilayah.
Menanggapi kondisi tersebut, personel Brimob Polda Sulawesi Tengah bergerak cepat turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Bersama unsur TNI serta dibantu partisipasi aktif masyarakat setempat, Brimob membangun jembatan sementara sebagai solusi cepat guna memulihkan kembali akses warga.(17/01/2026).
Pembangunan jembatan darurat dilakukan secara manual dengan memanfaatkan material lokal, berupa batang pohon kelapa yang disumbangkan oleh warga sekitar. Meski dengan keterbatasan peralatan, personel Brimob tetap bekerja menggunakan alat seadanya demi mempercepat tersambungnya kembali jalur penghubung antar desa.
Proses pembangunan jembatan sederhana tersebut berlangsung selama dua hari dan saat ini telah dapat dilalui oleh pejalan kaki, sehingga sangat membantu aktivitas masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat terputusnya akses utama.
Selain membangun jembatan darurat, personel Brimob Polda Sulteng juga turut membantu warga melakukan pembersihan rumah-rumah yang terdampak banjir sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., mengatakan pembangunan jembatan darurat tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Dalam kondisi darurat, yang paling utama adalah bagaimana akses warga bisa kembali terhubung. Personel kami bergerak cepat dengan segala keterbatasan, bekerja bersama TNI dan masyarakat untuk meringankan beban warga,” ujarnya.
Ia menegaskan, Brimob Polda Sulawesi Tengah akan terus hadir dan berperan aktif dalam setiap penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan, sebagai bentuk pengabdian dan tanggung jawab kemanusiaan kepada masyarakat.(**)
Editor: Redaksi












