Aceh Besar – Dayah Ulee Titi, Kabupaten Aceh Besar, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan dan kesejahteraan santri dengan menggelar kegiatan santunan kitab bagi santri yatim-piatu. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan dayah tersebut bertujuan untuk membantu kebutuhan belajar santri sekaligus menumbuhkan semangat mereka dalam menuntut ilmu agama.
Santunan kitab diberikan kepada santri yatim-piatu mulai dari kelas Tajhizi hingga kelas V. Kitab-kitab yang disalurkan merupakan buku-buku pembelajaran utama yang digunakan dalam proses pendidikan di dayah, sehingga diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Pengurus Rumah Yatim Dayah Ulee Titi menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk perhatian dayah terhadap santri yatim-piatu agar mereka tetap mendapatkan fasilitas belajar yang memadai meskipun berada dalam keterbatasan.
“Kami berharap santunan kitab ini dapat meningkatkan semangat belajar santri yatim-piatu serta memperdalam pemahaman ilmu agama mereka. Dengan kitab yang memadai, para santri dapat mengikuti pelajaran dengan lebih baik,” ujar pengurus Rumah Yatim Dayah Ulee Titi.
Ia menjelaskan, pada tahun ini tercatat sebanyak 191 santri yatim-piatu dari kelas Tajhizi hingga kelas V yang menerima santunan kitab. Program santunan tersebut merupakan agenda tahunan yang secara konsisten dilaksanakan oleh Rumah Yatim Dayah Ulee Titi sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan santri.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Dayah Ulee Titi Abu Cut Ulee Titi, Sekretaris Umum Dayah Ulee Titi Abi Jufrizal, serta para pengurus Rumah Yatim Dayah Ulee Titi. Kehadiran pimpinan dayah menjadi motivasi tersendiri bagi para santri yang menerima santunan.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan dayah menyampaikan harapannya agar para santri yatim-piatu dapat terus bersemangat menuntut ilmu dan kelak tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, serta berakhlak mulia. Menurutnya, perhatian terhadap santri yatim-piatu merupakan tanggung jawab bersama demi mencetak generasi penerus yang berkualitas.
Kegiatan santunan kitab ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian sosial di lingkungan dayah serta menegaskan peran lembaga pendidikan dayah sebagai pusat pembinaan keilmuan dan pembentukan karakter santri.(**)
Editor: Redaksi









