ACEH BARAT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat mencatat terdapat 273 kasus penyakit Tuberkulosis (TBC) atau infeksi bakteri menular yang terjadi hingga Agustus 2026. Tren penyebaran penyakit ini berpotensi terus meningkat apabila kesadaran masyarakat dalam meminimalisir risiko penularan masih minim.
Wakil Supervisor Penanggung Jawab Program TBC, Rahmi Izzati, pada Rabu (2/9/2026), menjelaskan bahwa risiko penularan akan semakin besar jika seseorang tinggal atau beraktivitas dalam waktu lama dan jarak dekat dengan penderita TBC yang belum mendapatkan pengobatan.
Penyebab dan Faktor Risiko Penularan
Penyebaran penyakit TBC tidak memandang kelompok usia. Menurut Rahmi, ada beberapa faktor dan kondisi yang memicu tingginya risiko penularan, antara lain:
- Penyebab Utama: Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar lewat udara saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau mengeluarkan percikan dahak.
- Kondisi Fisik: Risiko meningkat pada individu dengan daya tahan tubuh rendah, kondisi gizi kurang, serta memiliki penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Anak-anak yang tinggal serumah dengan penderita memiliki risiko jauh lebih tinggi dan perlu perhatian khusus.
- Faktor Lingkungan: Penularan mudah terjadi di lingkungan yang padat, kurang ventilasi, memiliki sirkulasi udara yang buruk, serta minim pencahayaan sinar matahari.
Gejala TBC yang Perlu Diwaspadai
Individu yang berpotensi terserang bakteri TBC biasanya memperlihatkan ciri-ciri fisik berikut:
- Batuk yang berlangsung lama
- Demam
- Berkeringat pada malam hari
- Berat badan menurun
- Tubuh terasa lemas
- Nafsu makan berkurang
Langkah Pencegahan dan Penanganan
Rahmi Izzati menekankan pentingnya langkah cepat dari pihak keluarga jika menemukan indikasi TBC di dalam rumah.
“Apabila terdapat anggota keluarga yang terdiagnosa TBC, anggota keluarga yang tinggal serumah perlu dilakukan pemeriksaan atau skrining. Pasien TBC juga harus menjalani pengobatan sampai tuntas dan tidak menghentikan obat sendiri.”
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









