Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Sosial Kota Banda Aceh terus melakukan respons cepat terhadap berbagai kejadian bencana yang terjadi di wilayah ibu kota provinsi tersebut. Salah satu peristiwa yang mendapat perhatian serius yakni kejadian angin kencang yang melanda Gampong Ulee Pata, Kecamatan Jaya Baru, beberapa hari lalu.
Begitu menerima laporan dari masyarakat dan aparatur gampong, petugas Dinas Sosial Kota Banda Aceh langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem tersebut.
Tim asesmen melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rumah warga yang terdampak guna memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan yang diperlukan. Langkah cepat itu dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat saat terjadi bencana.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kerusakan yang terjadi diketahui hanya mengenai bagian kanopi garasi rumah warga akibat diterjang angin kencang. Sementara untuk bangunan utama rumah, petugas memastikan tidak terdapat kerusakan yang membahayakan penghuni ataupun mengganggu fungsi utama tempat tinggal.
Karena kerusakan yang terjadi tergolong ringan dan tidak menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal ataupun kebutuhan darurat lainnya, maka bantuan masa panik tidak diberikan kepada korban terdampak. Meski demikian, Pemerintah Kota Banda Aceh tetap melakukan pemantauan dan koordinasi lanjutan bersama aparatur gampong setempat guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan terkendali pascakejadian.
Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati, mengatakan bahwa setiap laporan bencana yang masuk tetap ditindaklanjuti secara serius oleh pihaknya, tanpa membedakan skala kerusakan yang terjadi.
“Begitu menerima informasi adanya angin kencang di wilayah Ulee Pata, tim kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan memastikan kondisi masyarakat. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian bencana,” ujar Sukmawati.
Menurutnya, hasil pemeriksaan petugas menunjukkan kerusakan yang terjadi tidak berdampak pada bangunan utama rumah warga sehingga tidak masuk dalam kategori penanganan bantuan masa panik.
“Kerusakan hanya terjadi pada bagian kanopi garasi dan tidak memengaruhi fungsi utama rumah. Namun demikian, kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparatur gampong agar kondisi warga tetap aman serta tidak ada dampak lanjutan,” katanya.
Sukmawati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama memasuki masa perubahan cuaca yang kerap disertai hujan lebat dan angin kencang.
“Kami mengajak masyarakat agar tetap berhati-hati dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau kerusakan akibat cuaca ekstrem. Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Sosial siap hadir dan bergerak cepat membantu masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang memang kerap melanda sejumlah wilayah di Kota Banda Aceh. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan, pohon tumbang, hingga terganggunya aktivitas masyarakat.
Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan akan terus memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana melalui koordinasi lintas sektor, pemantauan lapangan, serta respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat demi meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat perubahan cuaca ekstrem. (ADV)
Editor: Redaksi









