Home / Parlementarial / Pemerintah

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:13 WIB

DPRA Desak Pemerintah Pusat Kembalikan Dana TKD Aceh Rp1,7 Triliun

REDAKSI

Wakil Ketua DPRA, Yah Fud, desak Pemerintah Pusat segera kembalikan dana TKD Aceh Rp1,7 triliun yang dipotong karena efisiensi APBN 2026, Rabu 28/1/2026.

Wakil Ketua DPRA, Yah Fud, desak Pemerintah Pusat segera kembalikan dana TKD Aceh Rp1,7 triliun yang dipotong karena efisiensi APBN 2026, Rabu 28/1/2026.

Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Saifuddin Muhammad, yang akrab disapa Yah Fud, melayangkan desakan keras kepada Pemerintah Pusat. Ia meminta komitmen nyata untuk segera merealisasikan pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) Aceh senilai Rp1,7 triliun.

Dana tersebut sebelumnya sempat dipotong dengan alasan efisiensi dalam APBN 2026. Namun, bagi Aceh, anggaran tersebut kini menjadi instrumen vital untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025 lalu.

Baca Juga :  Disdik Aceh Gelar Asesmen Tahap II Kepala Sekolah se-Aceh, 892 Peserta Jalani Talent Mapping dan Wawancara

“Kami selaku pimpinan DPRA meminta kepada pemerintah pusat untuk segera merealisasikan pengembalian TKD Rp1,7 triliun tersebut, baik untuk tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tegas Yah Fud, Rabu (28/1/2026).

Urgensi Pemulihan Pascabencana

Yah Fud menjelaskan bahwa pengembalian dana ini bersifat krusial. Kondisi infrastruktur di berbagai wilayah Aceh saat ini membutuhkan penanganan segera agar roda ekonomi dan aktivitas publik tidak lumpuh total.

Menurutnya, anggaran tersebut akan dialokasikan pada tiga sektor utama:

Baca Juga :  Komisi I DPRA Bahas Qanun Ketertiban Umum Aceh

Restorasi Infrastruktur: Perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang rusak parah.

Bantuan Sosial: Penyaluran bantuan langsung bagi masyarakat terdampak.

Pemulihan Ekonomi: Menjalankan program strategis untuk membangkitkan sektor ekonomi warga pascabencana.

“Bencana banjir dan tanah longsor telah menyebabkan kerugian materil yang sangat besar. Banyak rumah dan akses publik yang hancur. Dana TKD ini adalah kunci untuk memperbaiki kerusakan tersebut,” tambahnya.

Menagih Komitmen Pusat

Baca Juga :  Hujatan untuk Aceh di Tengah Musibah Bencana Merebak di Medsos, Tgk Muharuddin Desak Komdigi Bertindak

Lebih lanjut, Yah Fud menekankan bahwa pengembalian TKD bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk komitmen dan kepedulian Pemerintah Pusat terhadap stabilitas di Aceh. Ia berharap janji tersebut segera ditepati agar proses pemulihan tidak terhambat oleh kendala anggaran.

“Kami percaya Pemerintah Pusat memiliki atensi besar terhadap Aceh. Namun, kami butuh langkah konkret agar dana ini segera cair dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas politisi tersebut. [Adv]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Anggota DPRA Bunda Salma Dorong BUMD Aceh Tingkatkan Kontribusi PAD

Berita

Gubernur Jawa Timur Serahkan Bantuan Rp3,8 Miliar untuk Aceh, Tinjau Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Parlementarial

KETUA DPRK BANDA ACEH HADIRI PELANTIKAN KETUA PEMUDA GAMPONG PEUNYEURAT, TEKANKAN PERAN STRATEGIS GENERASI MUDA

Parlementarial

DPRA: Kasus HIV di Aceh Meningkat, Anggaran Pencegahan Terlalu Kecil

Parlementarial

DPRA dan Pemerintah Aceh Sepakat Raqan RPJMA 2025-2029 Diqanunkan

Pemerintah

Kadishub Aceh Cek Transportasi Jelang Mudik Lebaran 2026

Parlementarial

Ketua DPRK Irwansyah Terima LKPJ 2025 dari Wali Kota Illiza, Tegaskan Bahas Berdasarkan Dampak ke Masyarakat

Parlementarial

DPR Aceh Desak Pansus Usut Lambatnya Bantuan Korban Banjir