Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh hadir langsung sebagai narasumber utama dalam ajang bergengsi Pemilihan Duta Kampus Universitas Syiah Kuala (USK) 2026. Kegiatan yang mempertemukan para mahasiswa bertalenta ini berlangsung khidmat di Aula VIP AAC Dayan Dawood, kampus USK, Kopelma Darussalam, Rabu (17/05/2026).
Dalam memotivasi para finalis dan mahasiswa yang hadir, Ketua DPRK memaparkan berbagai gagasan strategis mengenai arah kepemimpinan masa depan, peran aktif kontribusi pemuda, serta urgensi melahirkan kaum intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap masyarakat.
Menantang Pemuda Jadi Agen Perubahan
Di hadapan puluhan finalis Duta Kampus USK, Ketua DPRK menekankan bahwa pemuda adalah aset terbesar yang dimiliki oleh daerah. Menurutnya, menjadi seorang duta kampus bukan sekadar tentang penampilan atau pemenang sebuah kompetisi, melainkan tentang bagaimana memikul tanggung jawab moral sebagai representasi dari generasi berpendidikan.
“Duta Kampus harus mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan realitas sosial di masyarakat. Kita tidak butuh menara gading yang menjauhkan mahasiswa dari rakyat, kita butuh pemuda yang turun tangan membawa solusi,” tegas Ketua DPRK Banda Aceh dalam paparannya.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan zaman yang semakin dinamis menuntut pemuda untuk adaptif, inovatif, dan berani mengambil peran dalam ruang-ruang publik. Kepemimpinan yang kuat, lanjutnya, lahir dari proses penempaan diri yang konsisten di organisasi maupun lingkungan kampus.
Poin Utama Gagasan Ketua DPRK Banda Aceh
Dalam sesi diskusi interaktif, Ketua DPRK membedah tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh generasi muda dan calon Duta Kampus USK:
Kepemimpinan Berkarakter (Character-Driven Leadership): Pemimpin masa depan wajib memiliki integritas, moralitas yang kokoh, serta visi yang berorientasi pada kepentingan publik.
Kontribusi Nyata Pemuda: Pemuda diharapkan tidak apatis terhadap kebijakan publik dan pembangunan daerah. Partisipasi aktif dalam bentuk gagasan kritis maupun aksi sosial sangat dinantikan oleh masyarakat.
Intelektual Peduli Rakyat: Gelar akademis tinggi tidak akan berdampak besar jika tidak diiringi dengan empati. Mahasiswa harus peka terhadap isu-isu kemiskinan, pendidikan, dan kesejahteraan di sekeliling mereka.
Apresiasi dari Pihak Kampus
Kehadiran Ketua DPRK Banda Aceh ini mendapat sambutan hangat dari jajaran rektorat, panitia pelaksana, serta seluruh civitas akademika USK yang memadati Aula VIP AAC Dayan Dawood. Pihak universitas menilai pandangan dan motivasi dari tokoh legislatif tersebut sangat relevan dalam membentuk pola pikir mahasiswa agar siap terjun ke masyarakat pasca-kuliah.
Pemilihan Duta Kampus USK 2026 ini diharapkan tidak hanya melahirkan ikon baru bagi universitas, tetapi juga mencetak kader-kader pemimpin muda Aceh yang berwawasan luas, berbudaya, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan plakat penghargaan kepada Ketua DPRK Banda Aceh sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan motivasi yang telah dibagikan. (Adv)
Editor: Redaksi









