Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Pasalnya, dua bibit siklon tropis terpantau aktif di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi memengaruhi kondisi cuaca nasional dalam beberapa hari ke depan.
Kedua sistem tersebut masing-masing adalah Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Sumbawa, serta Bibit Siklon Tropis 92P yang berada di Teluk Carpentaria, Australia bagian utara. Berdasarkan analisis BMKG, Bibit Siklon Tropis 91S memiliki potensi tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan, sementara Bibit Siklon Tropis 92P menunjukkan potensi rendah untuk berkembang dalam 24 hingga 72 jam.
Meski demikian, keberadaan kedua bibit siklon tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap dinamika atmosfer di kawasan Indonesia. BMKG mencatat, sistem ini membentuk area konvergensi dan belokan angin yang mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan, sekaligus memicu peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot di sejumlah perairan selatan Indonesia.
Tak hanya itu, kondisi cuaca ekstrem juga diperkuat oleh penguatan Monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembap dari Laut Cina Selatan menuju wilayah Indonesia. Aliran udara ini semakin intens akibat adanya seruakan dingin (cold surge) yang berasal dari wilayah Siberia, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat/petir.
BMKG memprakirakan, dalam periode beberapa hari ke depan, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah. Berdasarkan tingkat peringatan dini, BMKG menetapkan kategori Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Papua Pegunungan.
Sementara itu, potensi angin kencang diperkirakan melanda wilayah Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya di sektor kelautan, penerbangan, dan transportasi darat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gelombang tinggi. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut juga diminta untuk lebih berhati-hati mengingat adanya peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan.(**)
Editor: Redaksi









