Home / Daerah

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:46 WIB

Dua Bulan Pasca Banjir Bandang, Warga Tepin Pukat Masih Krisis Air Bersih

Redaksi

Rahmatun, warga Desa Tepin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, menampung air bersih dari tandon bantuan Kementerian PUPR menggunakan jerigen yang dibawa dengan sepeda, dua bulan pascabanjir bandang.(31/01/2026).

Rahmatun, warga Desa Tepin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, menampung air bersih dari tandon bantuan Kementerian PUPR menggunakan jerigen yang dibawa dengan sepeda, dua bulan pascabanjir bandang.(31/01/2026).

Pidie Jaya — Dua bulan setelah banjir bandang menerjang Desa Tepin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, warga masih dihadapkan pada persoalan serius yang belum kunjung teratasi: sulitnya akses air bersih.

Meski banjir telah surut dan sebagian warga mulai membersihkan rumah serta memulihkan aktivitas sehari-hari, kebutuhan dasar berupa air bersih masih menjadi masalah utama yang dirasakan hampir seluruh masyarakat desa.

Pada Sabtu (31/01/2026), Rahmatun, salah seorang warga Desa Tepin Pukat, terlihat menampung air dari tandon bantuan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dengan jerigen yang dibawa menggunakan sepeda, ia harus menempuh jarak tertentu hanya untuk mendapatkan air yang nantinya digunakan untuk mandi dan kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  Gubernur Muzakir Manaf: MTR Ajang Membentuk Karakter Islami Generasi Muda Aceh

Rahmatun mengungkapkan, hingga saat ini akses air bersih hanya tersedia di dua titik saja, yakni dari tandon milik Kementerian PUPR dan satu lagi di area meunasah desa.

“Sekarang masih susah mendapatkan air bersih. Harapannya air bersih bisa sampai ke rumah warga agar tidak perlu mengambilnya jauh-jauh,” ujar Rahmatun saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, rumahnya baru saja selesai dibersihkan setelah sebelumnya terendam banjir bandang. Meski lumpur dan sisa material banjir telah dibersihkan, keterbatasan air bersih membuat proses pemulihan berjalan lambat.

“Kami sudah bersihkan rumah, tapi tanpa air bersih semuanya jadi sulit. Untuk mandi saja harus antre dan bolak-balik angkut jerigen,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Muzakir Manaf Ingatkan, Atasi Banjir di Aceh Tenggara jangan ada suara Chainsaw di Hutan

Warga Terpaksa Manfaatkan Air Sungai

Kondisi serupa juga dialami warga lainnya, Aminah. Berbeda dengan Rahmatun yang masih mengandalkan tandon bantuan, Aminah tampak menampung air dari pinggir sungai untuk kebutuhan mencuci di rumahnya.

Ia mengaku terpaksa menggunakan sumber air seadanya karena pasokan air bersih tidak mencukupi untuk seluruh warga.

“Kami harus hemat air. Kalau untuk mencuci kadang ambil dari sungai. Tapi tetap berharap ada air bersih yang layak sampai ke rumah,” ucap Aminah.

Harapan Warga kepada Pemerintah dan Pihak Terkait

Baca Juga :  Tower Telekomunikasi di Pulau Siumat Rusak, DPRA Desak Telkomsel Segera Perbaiki

Warga Desa Tepin Pukat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera memberikan solusi permanen. Mereka menilai penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga terdampak merupakan kebutuhan mendesak yang harus diprioritaskan pascabencana.

Selain untuk kebutuhan mandi dan mencuci, air bersih juga sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan masyarakat agar terhindar dari penyakit yang kerap muncul setelah banjir, seperti diare dan infeksi kulit.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah cepat dari pihak terkait agar akses air bersih dapat kembali normal dan warga tidak lagi harus menempuh jarak jauh hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. (*)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Kanwil Kemenkum Aceh Gelar Sosialisasi Indeks Reformasi Hukum

Daerah

Pascakebakaran, SDN 5 Kuta Makmur Gotong Royong Pulihkan Sekolah

Daerah

Satgas Yonif 112/DJ Kodam Iskandar Muda gelar Karya Bakti di Wondenggobak Puncak Jaya

Daerah

Ditpolairud Polda Aceh Gelar Donor Darah dalam Rangka HUT ke-75

Daerah

Prajurit Kodam IM evakuasi Lansia di Bener Meriah

Daerah

Mahasiswa STIK 83/WPS Gelar Trauma Healing dan Sosialisasi Akpol 2026 di Pidie Jaya

Daerah

Polres Aceh Tamiang Gelar Pasar Murah: Harga Tebus Per Paket hanya Rp110 Ribu

Daerah

Mualem Tinjau Material Tower Pengganti yang Tiba di Aceh