BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat perekonomian Aceh pada Triwulan II-2026 tumbuh positif sebesar 4,86 persen secara tahunan (year-on-year / yoy). Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,09 persen.
Secara triwulanan (quarter-to-quarter/ q-to-q), ekonomi Aceh juga mengalami pemulihan dengan tumbuh sebesar 3,77 persen, setelah sempat mengalami kontraksi pada triwulan sebelumnya.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas signifikan pada sektor produksi maupun konsumsi.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
Sisi Produksi:
- Peningkatan hasil peternakan sapi dan kerbau bertepatan dengan momen Idul Adha.
- Kenaikan penjualan semen untuk proyek konstruksi, produksi batu bara, serta pengilangan migas di PAG.
- Peningkatan aktivitas akomodasi, transportasi, dan perdagangan yang didorong libur nasional serta kelancaran suplai produk domestik dan impor.
Sisi Konsumsi & Eksternal:
- Penguatan daya beli masyarakat menyambut hari besar keagamaan.
- Pencairan stimulus Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi ASN.
- Lonjakan pengeluaran sektor pendidikan menjelang tahun ajaran baru (PPDB, daftar ulang, dan perlengkapan sekolah).
- Pertumbuhan konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) akibat penyaluran bantuan pasca-banjir serta pengelolaan kurban.
- Dampak signifikan Program Makan Bergizi Gratis pada konsumsi individu dan pemerintah.
- Peningkatan ekspor luar negeri sejalan dengan tingginya volume ekspor batu bara.
Struktur Ekonomi dan Nilai PDRB
Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), nilai perekonomian Aceh mencatatkan:
- Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB): Rp69,69 triliun.
- Atas Dasar Harga Konstan (ADHK):Rp41,46 triliun.
Struktur ekonomi Aceh masih didominasi oleh lima sektor utama:
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 31,16%
2. Perdagangan Besar dan Eceran: 15,35%
3. Administrasi Pemerintahan:9,18%
4. Konstruksi:8,88%
5. Transportasi dan Pergudangan: 7,12%
Dari segi laju pertumbuhan lapangan usaha, sektor konstruksi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 13,36 persen, disusul oleh sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 12,32 persen.
Di tingkat regional, Provinsi Aceh memberikan kontribusi sebesar 4,78 persen terhadap total perekonomian di Pulau Sumatera.
Editor: Redaksi









