Home / Ekonomi / Nasional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:39 WIB

Emas Hitam dari Desa Sojomerto: Babak Baru Kemandirian Energi Berbasis Rakyat

REDAKSI

Penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi KEN, perangkat desa, dan SKK Migas di Desa Sojomerto, Kendal. Langkah ini menjadi tonggak legalisasi sumur minyak rakyat untuk mendukung lifting migas nasional secara terstruktur.

Penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi KEN, perangkat desa, dan SKK Migas di Desa Sojomerto, Kendal. Langkah ini menjadi tonggak legalisasi sumur minyak rakyat untuk mendukung lifting migas nasional secara terstruktur."

Kendal – Sebuah harapan baru bagi kedaulatan energi nasional justru lahir dari kedalaman tanah Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Bukan melalui anjungan raksasa di tengah laut, melainkan lewat tangan-tangan terampil masyarakat lokal yang kini mulai melangkah ke jalur legalitas.

​Pemerintah melalui SKK Migas secara resmi melaporkan perkembangan signifikan dalam tata kelola sumur minyak masyarakat di wilayah Jawa Tengah tersebut. Sebuah tonggak sejarah ditandai dengan penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi Karya Energi Nusantara (KEN), perwakilan penambang, dan pemerintah desa setempat.

​Legalisasi: Mengubah Potensi Menjadi Kontribusi

​Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya konkret untuk memuliakan produksi rakyat agar masuk ke dalam sistem energi nasional yang terstruktur.

Baca Juga :  Kapolri Tinjau Kawasan Industri Brebes, Harap Masalah Pengangguran Teratasi

​“Ini adalah langkah nyata dalam mendorong keterlibatan masyarakat di sektor energi secara legal, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujar Djoko, sebagaimana dikutip dari ruangenergi.com.

​Proses ini disaksikan langsung oleh Direktorat Jenderal Migas, Satgas Sumur Masyarakat, serta tim verifikasi dari Pertamina. Hingga 27 Maret 2026, tercatat 203 dari total 273 sumur telah berhasil diverifikasi oleh konsultan independen guna menjamin kepatuhan standar operasional.

​Harmoni Industri dan Alam: Minyak di Antara Tanaman Jagung

​Satu hal yang mencuri perhatian adalah betapa ramahnya operasional sumur rakyat ini terhadap lingkungan. Meski menggunakan metode sederhana dengan pompa listrik, aktivitas penambangan terbukti tidak mencemari ekosistem sekitar.

Baca Juga :  Tim Catur Aceh Raih 4 Medali di PORNAS Korpri 2025, Capaian Terbanyak dari Ajang Sebelumnya

​Faktanya, lahan di sekitar sumur tetap produktif. Tanaman jagung milik warga tumbuh subur berdampingan dengan fasilitas produksi, membuktikan bahwa industri hulu migas skala rakyat bisa berjalan selaras dengan sektor pertanian. Kualitas minyaknya pun menggembirakan; minim kandungan air dan kini tengah melalui uji laboratorium di fasilitas Pertamina.

​Menuju Lifting Nasional: Target 800 Barel Per Hari

​Ke depan, mekanisme distribusi akan diperketat demi aspek keselamatan. Koperasi diwajibkan menggunakan armada mobil tangki berstandar Euro-4 dengan pengemudi bersertifikasi sebelum minyak disalurkan ke fasilitas pengolahan Pertamina.

​Dengan potensi produksi yang mencapai 800 barel per hari (BOPD), Desa Sojomerto diproyeksikan menjadi penyumbang nyata bagi target lifting minyak nasional. Secara lebih luas, SKK Migas mencatat bahwa jika dikelola secara optimal dan legal, sumur-sumur masyarakat di berbagai daerah bisa menyumbang hingga puluhan ribu barel per hari.

Baca Juga :  Bertemu Fraksi Gerindra DPR RI, Gubernur Aceh Minta Dukungan Revisi UUPA Hingga Pengelolaan Blang Padang 

​“Mohon doa dan dukungan semua pihak. Insya Allah dalam waktu dekat minyak dari sumur masyarakat ini sudah bisa mulai disalurkan dengan aman dan selamat,” pungkas Djoko.

​Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat di Kendal ini menjadi simbol kuat bahwa kemandirian energi Indonesia bisa dimulai dari tingkat desa, sekaligus membuka keran ekonomi baru yang menyejahterakan warga lokal.

Editor: redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

DPR Minta Pemerintah Hati-hati Cabut Kewarganegaraan Bripda Rio

Nasional

Bupati Aceh Besar Audiensi dengan Menkes, Bahas Percepatan Layanan Kesehatan

Berita

138 WNA di Bali Dideportasi Sepanjang 2024, Ini Kasusnya

Ekonomi

Komisi III DPRA Panggil Pengusaha BBM, Kejar Pendapatan Aceh dari PBBKB

Berita

Razia Ops Patuh Seulawah 2025, Satlantas Polresta Banda Aceh Bertindak Secara Humanis

Aceh Besar

Gerai Takjil Ramadhan Dongkrak Ekonomi Pelaku Usaha di Lubok Aceh Besar

Nasional

Pembuatan Undang-undang Penyadapan Dimulai,DPR Fokus Pada Pencegahan Penyalahgunaan

Nasional

Refleksi Pembelajaran Semester Dorong SDM Unggul Indonesia