Home / Nasional

Kamis, 18 Desember 2025 - 09:17 WIB

FOKUS PENGENTASAN KEMISKINAN EKSTREM MELALUI PENGUATAN DASAWISMA DI KELURAHAN SEMANAN

REDAKSI

Lurah Semanan, Bapak Jufri, S.Sos., MM (tengah), bersama Tenaga Profesional Lemhannas RI, Caturida Meiwanto Doktoralina (kanan), dan perwakilan TKPK DKI Jakarta dalam kegiatan penguatan peran 300 kader Dasawisma se-Kelurahan Semanan untuk akurasi data kemiskinan ekstrem, Rabu (17/12/2025).

Lurah Semanan, Bapak Jufri, S.Sos., MM (tengah), bersama Tenaga Profesional Lemhannas RI, Caturida Meiwanto Doktoralina (kanan), dan perwakilan TKPK DKI Jakarta dalam kegiatan penguatan peran 300 kader Dasawisma se-Kelurahan Semanan untuk akurasi data kemiskinan ekstrem, Rabu (17/12/2025).

Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat agenda pengentasan dan tindakan pencegahan tentang kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan. Komitmen terstruktur terlihat dalam aktivitas kegiatan sosialisasi dan penguatan peran Dasawisma yang diikuti oleh 300 kader Dasawisma se-Kelurahan Semanan, Jakarta (17/12/2025).

Kegiatan dibuka oleh Lurah Semanan, Bapak Jufri, S.Sos., MM, dengan penekanan makna pentingnya peran Dasawisma sebagai ujung tombak pelaporan kondisi sosial ekonomi warganya. Menurut Bapak Lurah, (panggilan akrab masyarakat), Keberhasilan pengentasan kemiskinan ekstrem bergantung akan ketepatan data dan keterlibatan aktif masyarakat dalam deteksi kerentanan dini .

Hadir dalam kegiatan Ibu Leily dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jakarta Barat, yang menyampaikan isu penting Pemprov DKI Jakarta terhadap penajaman sasaran program pengentasan kemiskinan ekstrem. Data mikro berbasis rumah tangga yang dihimpun Dasawisma dinilai menjadi fondasi penting agar intervensi Pemerintah menjangkau keluarga yang benar-benar sesuai kebutuhan.

Sementara, Bapak Sugeng dari TKPK Provinsi DKI Jakarta menyampaikan pentingnya tata kelola/manajemen program yang akuntabel dan terintegrasi, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Sebabnya masyarakat wajib dapat melakukan pemantauan program dapat dipertanggungjawabkan dan berdampak nyata bagi warga. Juga disampaikan bahwa berdasarkan hasil statistik Tahun 2025 di DKI Jakarta bahwa jumlah penduduk miskin di Jakarta menurun namun ketimpangan pendapatan meningkat artinya ada kesenjangan dari pendapatan/penghasilan tinggi dan pendapatan yang rendah terlalu timpang besarannya (selisihnya).

Baca Juga :  Gubernur Aceh Hadiri International Conference on Infrastructure di Jakarta 

Dalam sesi diskusi, salah satu kader Dasawisma Neneng Irmawati, Kader Dasawisma RW 01 Kelurahan Semanan, menyampaikan temuan di lapangan terkait adanya data keluarga yang perlu diperbaiki agar sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Masyarakat, dan kader Dasawisma mah siap bantu, tapi jelasin dong kalau ada perubahan data teknis bagaimana, supaya cepat dan efektif, kagak berbelit-belit”.dan disampaikan juga perlunya peran aktif Instansi lain yang ikut bertanggung jawab terhadap perubahan data agar ketika awalnya warga mendapat bantuan tetapi karena perubahan data menjadi hilang status bantuannya, yang disalahkan bukan hanya Dasawisma, tapi menjadi tanggung jawab bersama.

Baca Juga :  Alhamdulillah 4 Pulau Sah Milik Aceh, Mualem : Dari Rakyat Aceh Terima Kasih Presiden Prabowo 

Kami di lapangan siap membantu pemerintah dan aktif melaporkan kondisi warga. Namun kami berharap pihak pemegang data dapat segera melakukan pembaruan setelah laporan kami sampaikan, agar bantuan benar-benar tepat sasaran, ujar Neneng.

Menanggapi hal tersebut, Caturida Meiwanto Doktoralina, sebagai Tenaga Profesional Bidang Ekonomi Lemhannas RI sekaligus Dekan Fakultas Bisnis Universitas Dian Nusantara, menyampaikan bahwa persoalan data merupakan tantangan utama dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan perlu ditangani secara sistematis.

“Pengentasan kemiskinan ekstrem tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Yang dibutuhkan adalah sistem deteksi dini berbasis komunitas yang terhubung dengan pembaruan data yang responsif. Dasawisma memiliki peran strategis sebagai mata dan telinga negara di tingkat rumah tangga,” ujarnya.

Catur juga menambahkan bahwa penguatan peran Dasawisma tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan sosial dan ekonomi daerah sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Teror Kiriman Kepala Babi di Kantor Tempo

Melalui kegiatan ini, para kader Dasawisma yang berada di 12 RW (setiap Dasawisma memegang 50-60 KK ) di Kelurahan Semanan dibekali pemahaman mengenai pelaporan wilayah, penjaringan keluarga rentan, koordinasi data, penyusunan rekomendasi prioritas, pendampingan keluarga, serta evaluasi berkelanjutan, guna mendukung fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengentasan kemiskinan ekstrem secara tepat sasaran dan berkelanjutan, khususnya di Kelurahan Semanan.

Acara ditutup dengan kesimpulan bahwa, Kelurahan Semanan yang berada di Kecamatan Kalideres adalah salah satu kelurahan dari wilayah Kantong Kemiskinan yang menjadi percontohan prioritas program pengentasan kemiskinan kolaboratif di DKI Jakarta, oleh karena itu peran aktif Dasawisma sangat diperlukan untuk memperoleh data secara riil karena mereka merupakan unit terkecil dalam struktur masyarakat yang paling dekat dengan realitas di lapangan.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Hukum

Bongkar 96 Kasus BBM Ilegal Sepanjang 2026, Kapolda Sumsel Hadirkan Solusi Gakkum dan Ekonomi Legal

Nasional

Pemerintah Aceh Lakukan Pertemuan Tindak Lanjut dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI

Nasional

Wakil Gubernur Aceh Temui Sekjen MUI, Bahas Status Tanah Wakaf Blang Padang

Nasional

OTT Kepala Daerah Beruntun, Dzoel SB Tantang KPK: Kapan Giliran Sulsel?

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Edukasikan Ketahanan Pangan Di Puncak Jaya

Nasional

Komisi III DPR RI Petakan 13 Tindak Pidana dalam RUU Perampasan Aset

Hukum

Dua Warga Aceh Tamiang Diduga Jadi Korban TPPO di Madagaskar, Pemerintah Didesak Turun Tangan

Nasional

KBRI Riyadh Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Ketegangan Timur Tengah