Home / Parlementarial

Selasa, 11 November 2025 - 20:25 WIB

Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh Dorong APBK 2026 Fokus Kesejahteraan Rakyat

Redaksi

Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh, Mehran Gara R, menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Qanun APBK Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRK Banda Aceh, Selasa (11/11/2025).

Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh, Mehran Gara R, menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Qanun APBK Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRK Banda Aceh, Selasa (11/11/2025).

Banda Aceh — Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) bukan sekadar dokumen administratif tahunan, melainkan instrumen strategis dalam mendorong pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Penegasan tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh, Mehran Gara R, dalam Rapat Paripurna DPRK Banda Aceh dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Qanun APBK Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Gedung DPRK Banda Aceh, Selasa (11/11/2025).

Dalam penyampaiannya, Mehran menyatakan Fraksi Gerindra mendukung penuh Rancangan Qanun APBK 2026 untuk dibahas secara serius, mendalam, dan konstruktif antara Badan Anggaran DPRK bersama Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK) Banda Aceh.

Menurutnya, pembahasan yang matang sangat penting agar pengesahan APBK dapat dilakukan tepat waktu, sehingga roda pemerintahan, pembangunan, dan perekonomian daerah dapat berjalan tanpa hambatan sejak awal tahun anggaran.

Baca Juga :  Ketua DPRA Aceh Desak Pemerintah Pusat Memenuhi Tuntutan Rakyat Aceh

“Fraksi Partai Gerindra mendukung Rancangan Qanun APBK Tahun Anggaran 2026 agar dapat dibahas secara serius antara Badan Anggaran DPRK dan TAPK Pemerintah Kota Banda Aceh, sehingga pengesahannya tepat waktu dan pembangunan serta perekonomian daerah dapat bergerak cepat,” ujar Mehran.

Lebih lanjut, Fraksi Gerindra menekankan bahwa setiap alokasi anggaran harus berpihak kepada kebutuhan riil masyarakat. Anggaran daerah, kata Mehran, wajib diarahkan untuk menjawab persoalan-persoalan mendesak yang selama ini masih dirasakan warga Banda Aceh.

Beberapa persoalan utama yang menjadi sorotan Fraksi Gerindra antara lain pengangguran, kemiskinan ekstrem, distribusi air bersih yang belum merata, pengelolaan sampah yang belum optimal, serta perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan dan sistem drainase.

“Seluruh anggaran harus difokuskan untuk menyelesaikan persoalan utama masyarakat yang banyak disampaikan dalam musrenbang maupun saat kegiatan reses anggota dewan,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRA Tetapkan 12 Raqan Prioritas 2025, Gubernur Tegaskan Komitmen Jawab Kebutuhan Masyarakat

Selain itu, Fraksi Gerindra juga mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh agar APBK 2026 memberi porsi yang memadai bagi program peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini mencakup bantuan dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), program pemberdayaan ekonomi warga, serta kegiatan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Mehran menegaskan bahwa Fraksi Gerindra berkomitmen mengawal penggunaan anggaran agar benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kita semua telah sepakat bahwa setiap rupiah dari APBK harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” katanya.

Tak hanya itu, Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh juga mendorong agar R-APBK 2026 selaras dengan program prioritas nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis (SPPG) serta penguatan Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Menurut Mehran, Pemerintah Kota Banda Aceh perlu mengambil peran aktif dalam mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya melalui koperasi, dalam penyediaan bahan baku dapur untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh Usul Pemko Bayar BPJS untuk Pekerja Rentan

“Masyarakat dapat dilibatkan melalui wadah koperasi dalam penyediaan bahan baku dapur SPPG. Upaya ini sekaligus dapat memperkuat Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi rakyat,” jelasnya.

Selain aspek ekonomi, Fraksi Gerindra juga menaruh perhatian pada sektor pendidikan. Mehran meminta agar Wali Kota Banda Aceh dapat menginisiasi pendirian Sekolah Rakyat, sebagai wadah pendidikan berbasis kemandirian, karakter, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Menutup pandangannya, Fraksi Partai Gerindra menegaskan harapan agar APBK 2026 benar-benar menjadi instrumen kebijakan yang berdampak nyata, bukan sekadar rutinitas tahunan.

APBK, kata Mehran, harus menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Banda Aceh yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera, dengan kebijakan anggaran yang berpihak pada rakyat dan berorientasi pada hasil.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Daniel Abdul Wahab Dukung Langkah Mualem Surati Presiden, untuk Selesaikan Tanah Blang Padang

Parlementarial

Wali Kota dan Ketua DPRK Serahkan Atribut Baru untuk Jukir di Banda Aceh

Parlementarial

DPRA Dukung Pembentukan LPPD Syariah, Dorong Ekosistem Keuangan Daerah yang Inklusif

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Minta PLN Beri Kompensasi atas Pemadaman Listrik

Parlementarial

DPRA Gelar Family Gathering di Pantai Riting, Pererat Kebersamaan dan Kekompakan

Parlementarial

Komisi VI DPRA Tinjau Pendidikan Lhokseumawe, Fokus pada Mutu dan Fasilitas

Parlementarial

Komisi VI DPRA Tinjau Sarana dan Prasarana Pendidikan di Aceh Tamiang

Parlementarial

Naisabur, Wakil Ketua DPRK Apresiasi Capaian Polres Aceh Besar Sepanjang Tahun 2024