Home / Pendidikan

Jumat, 7 November 2025 - 19:38 WIB

Generasi Muda Aceh Dilatih Jadi Duta Kewaspadaan Bencana Lewat Literasi Sains

REDAKSI

Generasi Muda Aceh Dilatih Jadi Duta Kewaspadaan Bencana Lewat Literasi Sains. Foto : Dok. Disdik Aceh

Generasi Muda Aceh Dilatih Jadi Duta Kewaspadaan Bencana Lewat Literasi Sains. Foto : Dok. Disdik Aceh

Bamda Aceh – Puluhan pelajar SMA dari berbagai daerah di Aceh mengikuti kegiatan TDMRC USK In Saintek 2025 dengan tema “Literasi Sains untuk Ketangguhan Bencana” yang berlangsung sejak 4 hingga 7 November 2025 di berbagai lokasi, termasuk kawasan rawan bencana di Neuheun, Krung Raya, Aceh Besar.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan World Tsunami Awareness Day ini menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami sains kebencanaan secara langsung. Melalui simulasi, diskusi, dan kegiatan lapangan, para peserta diajak menumbuhkan kesadaran dan keterampilan dalam menghadapi potensi bencana di daerah masing-masing.

Baca Juga :  Bunda Literasi Aceh Besar Luncurkan Buku Cerita Anak

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, dalam sambutannya saat penutupan kegiatan di Gedung Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (7/11/2025), menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan harus menjadi bagian penting dari literasi sains di sekolah.

“Aceh adalah daerah dengan risiko bencana yang tinggi. Karena itu, penting bagi anak-anak kita untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menjadi pelopor kewaspadaan di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujar Murthalamuddin.

Baca Juga :  Kadisdik Dayah Aceh Besar Hadiri Wisuda RIAB, 315 Santri Siap Menjadi Agen Perubahan

Ia menambahkan, kegiatan seperti Disaster Science Camp ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang tangguh, berpengetahuan, dan peduli terhadap keselamatan lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, pelajar Aceh harus mampu menjadi “Duta Kewaspadaan Bencana” yang menularkan pengetahuan kebencanaan kepada teman-teman di sekolah dan warga di sekitar mereka.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Anak-anak yang telah ikut pelatihan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun budaya sadar bencana,” tambahnya.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Motivasi Siswa SMA Negeri 9 Banda Aceh: “Mimpi Bukan Sekadar Angan, Jadikan Rencana dan Wujudkan Jadi Kenyataan”

Murthalamuddin juga mengajak seluruh pihak, baik lembaga pendidikan, pemerintah daerah, maupun masyarakat, untuk memperkuat kerja sama dalam mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam kegiatan sekolah.

“Ilmu saja tidak cukup tanpa tindakan nyata. Sekolah harus menjadi tempat menumbuhkan kepekaan dan keterampilan menghadapi bencana. Dari sinilah Aceh bisa melahirkan generasi yang tangguh, berilmu, dan berempati,” tegasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Apresiasi GTK 2025 Banda Aceh Dibuka, Disdik Aceh Dorong Guru Inovatif dan Berdaya Saing

Aceh

Siswa SMAN 1 Banda Aceh Borong Dua Medali Emas dan Special Award di I2ASPO UGM

Pendidikan

Disdik Aceh Batasi Penggunaan Gawai di SMA, SMK, dan SLB Demi Sekolah Lebih Disiplin dan Fokus

Daerah

Simulasi SNBT 2024 : Ini Hasil dan Tindak lanjutnya

Pendidikan

Pangdam IM Sambut SEMMI Aceh, Dorong Sinergi Mahasiswa dan TNI AD

Pendidikan

SD Sukma Bangsa Bireuen Hadirkan Program PTA untuk Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah

Pemerintah

Kadisdikbud Aceh Besar Tutup Pelatihan Metode Pengajaran dan Pembelajaran

Parlementarial

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Apresiasi MTsN 1 Model Masuk Top 10 Nasional