Banda Aceh – Harga jual beli emas di pasaran terus menunjukkan tren kenaikan sejak awal tahun 2026. Kondisi ini dipicu oleh dinamika dan konflik global yang berdampak langsung pada pergerakan harga emas dunia sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Pantauan di kawasan Pasar Aceh, Banda Aceh, Rabu (14/1/2026), harga emas tercatat telah menyentuh angka Rp8.100.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya dan mengikuti fluktuasi harga emas internasional.
Salah seorang pedagang emas di Pasar Aceh, Daffa, mengatakan bahwa lonjakan harga emas saat ini merupakan imbas langsung dari pergerakan pasar global yang dalam beberapa minggu terakhir cenderung mengalami penguatan.
“Kenaikan harga emas di awal tahun ini mengikuti harga pasar internasional. Perubahannya cukup cepat,” ujar Daffa.
Ia menjelaskan, dalam satu hari harga emas bahkan bisa mengalami perubahan hingga tiga sampai empat kali, tergantung kondisi pasar dan nilai tukar. Meski demikian, aktivitas jual beli emas di Pasar Aceh masih terpantau normal.
“Walaupun harga naik, transaksi tetap berjalan. Masyarakat masih menjadikan emas sebagai aset simpanan atau tabungan jangka panjang,” tambahnya.
Menurut Daffa, minat masyarakat membeli emas masih relatif stabil karena dianggap aman untuk menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia juga memprediksi harga emas dalam waktu dekat masih berpotensi mengalami kenaikan, seiring belum meredanya situasi global.
Namun demikian, Daffa mengimbau masyarakat agar lebih cermat sebelum melakukan transaksi jual beli emas. Warga disarankan untuk rutin memantau pergerakan harga dan mempertimbangkan waktu yang tepat agar memperoleh nilai transaksi yang maksimal.
“Baik untuk membeli maupun menjual, sebaiknya lihat dulu pergerakan harga. Jangan terburu-buru, agar tidak merugi,” pungkasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski harga emas terus merangkak naik, emas tetap menjadi pilihan favorit masyarakat Aceh sebagai instrumen investasi yang dinilai aman dan menguntungkan dalam jangka panjang.(**)
Editor: Mulyadi









