Home / Ekonomi

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:37 WIB

Harga Emas Terkoreksi Usai Trump Lunakkan Sikap soal Greenland

REDAKSI

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia terkoreksi setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi, seiring meredanya ketegangan geopolitik global.(21/01/2026)

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia terkoreksi setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi, seiring meredanya ketegangan geopolitik global.(21/01/2026)

Jakarta -Harga emas dunia mengalami koreksi setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Penurunan ini terjadi seiring meredanya ketegangan geopolitik menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melunak terkait isu Greenland.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot turun ke level USD 4.778,51 per ons pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 15.10 waktu setempat. Angka tersebut melemah dari rekor tertingginya di awal sesi perdagangan yang sempat menembus USD 4.887,82 per ons.

Meski demikian, pergerakan berbeda justru terlihat pada kontrak berjangka emas Amerika Serikat. Kontrak emas untuk pengiriman Februari ditutup menguat 1,5 persen ke level USD 4.837,50 per ons, mencerminkan masih kuatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga :  Aceh Catat Investasi Rp4,16 Triliun pada Triwulan III 2025

Tekanan terhadap harga emas muncul setelah Presiden Trump menyatakan telah mencapai garis besar kesepakatan dengan NATO mengenai masa depan Greenland. Trump juga menarik kembali ancamannya untuk mengenakan tarif terhadap negara-negara Eropa yang mendukung Denmark dalam isu tersebut.

Sikap yang lebih lunak ini dinilai pasar sebagai sinyal meredanya risiko geopolitik, sehingga mendorong penguatan pasar saham global dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Baca Juga :  Bulog Aceh Jamin Stok Pangan Aman hingga Lebaran 1447 H

“Pengumuman terkait tarif Eropa mendorong pasar saham naik, yang pada akhirnya menghapus sebagian besar penguatan emas dan memberi tekanan pada logam mulia,” ujar Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn.

Tak hanya emas, harga perak juga mengalami tekanan cukup dalam. Harga perak spot tercatat turun 3,6 persen ke level USD 91,17 per ons. Padahal sehari sebelumnya, perak sempat mencetak rekor tertinggi di level USD 95,87 per ons pada Selasa (20/1/2026).

Baca Juga :  DPMPTSP Aceh Raih Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 90,19 Kategori Sangat Baik

Analis Komoditas ANZ, Soni Kumari, menilai pergerakan harga perak saat ini masih memiliki momentum kuat, meskipun disertai risiko volatilitas yang tinggi.

“Kenaikan harga perak ke level tiga digit cukup mungkin terjadi mengingat momentum harga saat ini. Namun, pergerakannya tidak akan berjalan satu arah. Koreksi harga bisa saja terjadi dan volatilitas berpotensi meningkat,” jelasnya.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan kebijakan ekonomi dan geopolitik global, khususnya arah kebijakan perdagangan AS, yang dinilai akan terus memengaruhi pergerakan harga emas dan logam mulia dalam waktu dekat.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Emas Hitam dari Desa Sojomerto: Babak Baru Kemandirian Energi Berbasis Rakyat

Ekonomi

Bank Aceh Kembali Dipercaya sebagai Bank Penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)Program BSPS Tahun 2026

Aceh Besar

Kadis SI Aceh Besar Hadiri Penyerahan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu dari Kodam IM

Ekonomi

BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel

Ekonomi

Mualem dan DPRA Bahas Rancangan APBA 2026

Ekonomi

Pemeliharaan Gardu Induk Alur Dua Picu Pemadaman Listrik Sehari Penuh di Langsa dan Sekitarnya

Ekonomi

Wagub Harap Koalisi Kemitraan Kelapa Sawit Berkelanjutan Bantu Tingkatkan Ekonomi Aceh 

Ekonomi

Harga Emas di Aceh Tembus Rp8,6 Juta per Mayam, Akankah Menuju Rp10 Juta?