Home / Ekbis

Sabtu, 18 April 2026 - 22:51 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Namun Harga BBM di Indonesia Justru Alami Penyesuaian

REDAKSI

Seorang petugas melayani konsumen di salah satu SPBU Pertamina. Per 18 April 2026, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi di sejumlah wilayah, termasuk lonjakan harga di DKI Jakarta, meski harga minyak dunia dilaporkan menurun.

Seorang petugas melayani konsumen di salah satu SPBU Pertamina. Per 18 April 2026, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi di sejumlah wilayah, termasuk lonjakan harga di DKI Jakarta, meski harga minyak dunia dilaporkan menurun.

Jakarta – Keputusan Iran membuka kembali Selat Hormuz di tengah masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat telah memicu penurunan harga minyak dunia. Namun, fenomena global ini belum berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di tanah air. Sebaliknya, PT Pertamina (Persero) terpantau melakukan penyesuaian harga yang cenderung meningkat di beberapa wilayah, termasuk DKI Jakarta.

Khusus untuk Kawasan Bebas Pelabuhan Sabang, berlaku harga khusus yang lebih rendah:

Baca Juga :  BSI Aceh Tetap Beroperasi pada Libur Panjang Idul Fitri 1447 H, 22 Outlet Siap Layani Nasabah pada tanggal 18, 19, 23, dan 24 Maret 2026

​Pertamax: Rp11.550/liter.

​Dexlite: Rp22.150/liter.

​Pertamax (Pertashop): Rp11.450/liter.

​Lonjakan Harga di DKI Jakarta

​Berbeda dengan Aceh, wilayah DKI Jakarta justru mengalami kenaikan harga yang cukup tajam untuk kategori BBM non-subsidi dibandingkan periode 1 April 2026:

​Pertamax Turbo: Kini Rp19.400 (sebelumnya Rp13.100).

​Dexlite: Kini Rp23.600 (sebelumnya Rp14.200).

​Pertamina Dex: Kini Rp23.900 (sebelumnya Rp14.500).

​Catatan: Harga Pertamax (RON 92) tetap di angka Rp12.300 dan Pertamax Green Rp12.900.

Baca Juga :  DPRA Aceh Fokus Wujudkan Ketertiban dan Kesejahtraan Masyarakat

​Mengapa Harga Domestik Berbeda dengan Harga Global?

​Meskipun sentimen global dari pembukaan Selat Hormuz bersifat positif bagi pasokan energi, harga BBM di Indonesia tidak serta-merta mengikuti dinamika tersebut karena beberapa faktor:

​Mekanisme Penetapan Harga: Penentuan harga BBM non-subsidi menggunakan rata-rata harga minyak dalam periode tertentu, sehingga dampak penurunan global memerlukan waktu untuk terefleksi secara nyata.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Komitmen Ciptakan Kebijakan Strategis untuk Dongkrak Ekonomi

​Faktor Ekonomi Makro: Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS sangat memengaruhi biaya pengadaan.

​Operasional: Biaya distribusi serta kebijakan pemerintah terkait subsidi energi nasional.

​Sentimen positif dari dibukanya rute distribusi energi dunia di Selat Hormuz memberikan harapan bagi stabilitas energi global. Namun, untuk pasar domestik, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam penggunaan energi sambil memantau kebijakan pemerintah dan Pertamina lebih lanjut. (**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekbis

Rasa Manis dari Ujung Barat Nusantara: Kisah Cokbang Mengangkat Harkat Kakao Sabang Menjadi Kekuatan Ekonomi Baru

Ekbis

Bank Indonesia Aceh dan PT Solusi Bangun Andalas Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK)

Ekbis

Aceh Economic Updates 2025: Peluang di Tengah Tantangan

Berita

Tren Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan BSI Tumbuh 476%

Berita

Layanan Operasional Bank Aceh Tutup Selama Libur Lebaran Idul Fitri 1446 H

Ekbis

Harga BBM Pertamina di Aceh Naik, Ini Daftar Harga Terbaru Per 16 Juli 2025

Ekbis

M. Hendra Supardi Jadi Plt. Direktur Utama Bank Aceh

Ekbis

Jelang Musim Haji, Nasabah Tabungan Haji BSI Melesat