Home / Ekbis / Parlementarial

Selasa, 28 Oktober 2025 - 11:15 WIB

DPRA Aceh Fokus Wujudkan Ketertiban dan Kesejahtraan Masyarakat

REDAKSI

DPRA aceh bahas qanun Trantibumlinmas, Seimbangkan investasi dan syariat islam, Selasa 28/10/2025 (Foto:Dok.Ist)

DPRA aceh bahas qanun Trantibumlinmas, Seimbangkan investasi dan syariat islam, Selasa 28/10/2025 (Foto:Dok.Ist)

Banda Aceh — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) hari ini menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Rancangan Qanun (Raqan) tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Pelindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) Selasa, 28/10/2025

​Di satu sisi, Ketua Komisi I DPRA, Tgk Muharuddin, menegaskan Raqan ini adalah prasyarat mutlak yang akan menjadi “kunci emas” untuk memikat investor masuk ke Aceh.

​“Tanpa ketertiban, masyarakat akan hidup dalam ketidakpastian, dan aktivitas ekonomi tidak dapat berjalan optimal,” ujar Muharuddin, menekankan bahwa stabilitas dan kepastian hukum adalah modal sosial utama bagi percepatan pembangunan.

Baca Juga :  Heboh Razia Plat BL, DPRA Angkat Bicara 

Bukan Sekadar Tertib, Tapi Juga Atur Batasan Sosial

​Namun, Raqan yang terdiri dari XVII BAB dan 115 pasal ini memicu sorotan tajam karena tidak hanya mengatur Tertib Bangunan, PKL, atau Parkir. Berdasarkan draf Raqan, BAB III secara eksplisit mengatur Penyelenggaraan Syariat Islam, termasuk batasan dan sanksi yang berdampak langsung pada kehidupan sosial.

Baca Juga :  Perkuat sinergisitas, Dewas Perum Bulog laksanakan Audiensi dengan Pangdam IM

Di antara pasal-pasal yang menjadi perhatian publik:

​Jam Malam bagi Pramusaji Wanita: Pramusaji wanita dilarang bekerja di atas pukul 23.00 WIB.

​Batasan Pelayanan: Setia p orang, aparatur, dan badan dilarang melayani wanita di atas pukul 23.00 WIB di tempat umum tertentu.

​Kewajiban Busana: Diatur kewajiban berbusana Islami bagi pramusaji pria dan wanita, serta larangan memakai pakaian ketat di tempat umum.

Jalan Tengah Investasi dan Syariat

​Raqan Trantibumlinmas ini dirancang untuk menciptakan iklim investasi yang ramah dan aman. Muharuddin berharap, “Qanun ini kiranya juga diharapkan dapat menjadi jaminan sosial dan hukum yang memberikan rasa aman bagi pelaku usaha, baik lokal maupun asing, untuk menanamkan modalnya di Aceh.”

Baca Juga :  Pemerintah Aceh dan DPRA Sampaikan Usulan Revisi UU Pemerintahan Aceh kepada Badan Legislasi DPR RI

​Kehadiran Qanun ini pun menjadi gambaran nyata upaya Pemerintah Aceh untuk menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi (menarik modal asing) dan penegasan identitas keislaman (penyelenggaraan Syariat Islam secara kaffah) di setiap sektor kehidupan masyarakat. [Adv]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

DPR Aceh serahkan dokumen draft final revisi UUPA ke BK DPR RI

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Tutup Karang Pamitran Pramuka Kwarcab Aceh Besar di Takengon

Parlementarial

Jalan Nasional Putus dan Banyak Daerah Terilosir, Pemerintah Pusat Didesak Tetapkan Bencana Sumatera Darurat Nasional

Ekbis

Program Bank Aceh Peduli Memberikan Kebermanfaatan bagi Masyarakat dan Lingkungan 

Ekbis

Urgensi dan Dampak Kehadiran Qanun Aceh No 11Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah

Berita

Anggota DPRA Bunda Salma Ingatkan Ketua DPRD Sumut Erni A Sitorus Prihal 4 Pulau di Aceh Singkil

Aceh Besar

Upaya Bank Sampah Generasi Millenial Bersihkan Sampah Plastik di Kawasan Wisata Lampuuk

Aceh

BPKA Ajak Pemilik Kendaraan Bermotor di Aceh Mutasi ke Plat BL