Home / Nasional

Minggu, 22 Februari 2026 - 06:13 WIB

Indonesia Tegaskan Pasukan ke Gaza Fokus Misi Kemanusiaan

Redaksi

Pasukan TNI bersiap dalam misi internasional untuk mendukung perlindungan warga sipil dan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.(21/2/2026)

Pasukan TNI bersiap dalam misi internasional untuk mendukung perlindungan warga sipil dan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.(21/2/2026)

Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) bukan untuk menjalankan operasi militer di Jalur Gaza, melainkan untuk mendukung misi kemanusiaan dan perlindungan warga sipil.

Sugiono menyatakan pasukan Indonesia tidak akan terlibat dalam konflik bersenjata maupun upaya pelucutan kelompok bersenjata. Namun, pasukan tetap memiliki aturan keterlibatan (rule of engagement) untuk mempertahankan diri jika mendapat serangan.

Baca Juga :  Presiden Tegaskan Komitmen Pemerintah Sediakan Makanan Bergizi untuk Anak Indonesia

“Tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan Rule of Engagement yang bisa kita lakukan sebagai pasukan apabila diserang, dalam rangka mempertahankan diri,” kata Sugiono dalam keterangan pers daring, Sabtu (21/2/2026).

Ia menambahkan, kontribusi Indonesia dalam ISF difokuskan pada perlindungan masyarakat sipil di kedua pihak, baik warga Palestina maupun Israel.

Indonesia telah berkomitmen mengirimkan sekitar 8.000 prajurit ke Gaza, jumlah terbesar dibanding negara lain yang terlibat. Secara keseluruhan, pasukan gabungan ISF diperkirakan mencapai 20.000 personel.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Ikuti Retret Kepala Daerah se-Indonesia di Akmil Magelang

Rencana pengiriman pasukan tersebut dibahas dalam rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digelar di Washington, D.C., Amerika Serikat, dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto serta Ketua Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) Ali Shaath.

Direktur Jenderal Dewan Perdamaian, Nickolay Mladenov, menyatakan proses rekonstruksi Gaza bergantung pada pelucutan senjata di wilayah tersebut.

Baca Juga :  ‎Gubernur Mualem Bahas Penguatan Ekonomi dengan Menteri Perdagangan RI

“Tidak ada pilihan lain kecuali demiliterisasi penuh dan pelucutan semua senjata di Gaza agar rekonstruksi dapat dimulai,” ujarnya.

Sementara itu, kelompok bersenjata Palestina Hamas menolak tuntutan pelucutan senjata dan intervensi asing. Pernyataan tersebut disampaikan oleh pemimpin senior Hamas, Khaled Meshaal, dalam konferensi di Doha.(Sumber: Tempo)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Izin Dipertanyakan, Operasional Toko Grosir Zahira di Makassar Disorot

Nasional

Bertemu Menteri Amran, Bupati Aceh Besar Fokus Perkuat Sektor Pertanian

Nasional

Safrizal ZA: Bridging Dokumen Administrasi sebagai Solusi Percepatan Pembangunan Pemda

Nasional

Gubernur dan Wagub Aceh Dampingi Presiden Tinjau Hunian Sementara Korban Bencana di Aceh Tamiang ‎

Nasional

Polsek Mamajang Gelar Patroli Jelang Buka Puasa, Tiga Motor Tanpa Plat Diamankan

Berita

Bangga! Kontingen Aceh Raih 8 Medali di Peparpenas 2025, Aceh Besar Jadi Penyumbang Terbesar

Nasional

Nasir Djamil Terima TOP Legislator Award 2025, PBN Aceh: Bukti Wakil Rakyat yang Konsisten dan Berpihak

Nasional

Lapas Kelas III Labuha Gelar Pembinaan Pertanian untuk Dukung Ketahanan Pangan