Home / Ekbis

Sabtu, 5 September 2026 - 12:31 WIB

Ini Pertimbangan Teknis dalam Pengembangan Lapangan Gas

REDAKSI

Komisaris Utama PT Energi Mega Persada Rudianto Rimbono menyebut pengembangan lapangan gas onshore dan offshore butuh perhitungan matang.

Komisaris Utama PT Energi Mega Persada Rudianto Rimbono menyebut pengembangan lapangan gas onshore dan offshore butuh perhitungan matang.

BANDA ACEH — Pengembangan lapangan gas, baik di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore), memerlukan pertimbangan matang dari berbagai aspek agar seluruh proses dari eksplorasi hingga distribusi dapat berjalan optimal.

Komisaris Utama PT Energi Mega Persada Tbk sekaligus praktisi migas, Rudianto Rimbono, menyampaikan bahwa kondisi dan kedalaman laut, karakteristik reservoir, serta jarak lokasi sumber gas dari pantai menjadi faktor utama penentu skema pengembangan.

“Jarak antara sumber gas offshore dengan daratan menjadi pertimbangan awal dalam menentukan apakah gas diproses di offshore atau dialirkan ke darat,” ujar Rudianto, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga :  OJK dan PNM Berkolaborasi Perkuat Akses Layanan Keuangan UMKM di Aceh

Meskipun pemrosesan di darat umumnya dinilai lebih murah untuk lokasi yang dekat dengan pantai, opsi tersebut tetap bergantung pada kondisi teknis setempat, seperti keberadaan rawa atau kawasan terlindungi yang dapat menghambat pembangunan fasilitas.

Fasilitas pemrosesan idealnya ditempatkan sedekat mungkin dengan reservoir untuk meminimalkan penurunan tekanan yang bisa mengurangi jumlah cadangan terangkat secara natural. Jika terjadi penurunan tekanan, penambahan kompresor dan fasilitas pendukungnya diperlukan untuk menjaga aliran gas.

Baca Juga :  Jaga Kedaulatan Bangsa, Sinergi Bank Indonesia dan TNI AL dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Aceh

Selain itu, tingkat kedalaman laut turut menentukan pilihan teknologi dan besaran biaya:

  • Laut Dangkal: Platform dapat dibangun langsung di atas lokasi sumur.
  • Laut Dalam: Pembangunan anjungan dan fondasi memerlukan biaya jauh lebih tinggi, dengan opsi seperti tension leg platform, tall platform, atau sistem subsea well.

Rudianto menegaskan bahwa setiap alternatif teknis harus dianalisis secara komprehensif bersama estimasi biaya modal (Capex) dan biaya operasional (Opex). Faktor lingkungan sosial masyarakat, kondisi lahan, serta jalur lalu lintas pelayaran juga menjadi pertimbangan penting.

Baca Juga :  Akademisi USK: Kenaikan Pertamax Dipicu Geopolitik Global, Pemerintah Perlu Perkuat Transportasi Publik dan Dukung UMKM

Dalam hal distribusi, pengolahan gas dapat dilakukan melalui pemrosesan lengkap untuk membuang kotoran (impurities) atau sekadar mengeringkan gas.

“Kalau gas belum diproses, gas tersebut masih mengandung banyak impurities, sehingga material yang digunakan untuk menyalurkannya harus khusus. Salah satu solusinya adalah melakukan processing terlebih dahulu di offshore. Setelah gas diproses, baru kemudian dikirim melalui pipa,” tutupnya.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Cegah Penipuan Daring, BI Dorong Penguatan Informasi dan Respons Eskalasi

Ekbis

BEI Perketat Pengawasan Terhadap Telkom (TLKM) Buntut Investigasi Regulator AS

Ekbis

PT PCI dan PT MCC15 Siap Bangun Fasilitas Tambang, Gubernur Aceh Saksikan Tandatangan Kerjasama

Ekbis

ESDM Aceh Tegaskan Kewenangan Pengelolaan IUP ada di Tangan Pemerintah Provinsi

Ekbis

Jelang Musim Haji, Nasabah Tabungan Haji BSI Melesat

Ekbis

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Penyaluran BBM di Aceh, Pastikan Pasokan Aman Tanpa Kendala

Ekbis

Bank Aceh Sukses Tutup Rangkaian Kegiatan Gampong Ramadhan in Action

Ekbis

Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non-Subsidi di Aceh Per 10 Juni 2026, Pertalite Tetap