Home / Internasional

Sabtu, 18 April 2026 - 23:02 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara, Desak Penghentian Konflik Permanen di Timur Tengah

REDAKSI

Gambaran situasi geopolitik Timur Tengah yang memanas. Iran menuding kebijakan Amerika Serikat dan Israel memperburuk ekonomi global, sembari menekankan bahwa hanya gencatan senjata menyeluruh dari Lebanon hingga Laut Merah yang dapat menjamin ketenangan jangka panjang.

Gambaran situasi geopolitik Timur Tengah yang memanas. Iran menuding kebijakan Amerika Serikat dan Israel memperburuk ekonomi global, sembari menekankan bahwa hanya gencatan senjata menyeluruh dari Lebanon hingga Laut Merah yang dapat menjamin ketenangan jangka panjang.

Antalya – Pemerintah Iran secara tegas menyatakan penolakannya terhadap skema gencatan senjata sementara di Timur Tengah. Teheran kini mendorong adanya penyelesaian konflik secara permanen dan menyeluruh guna menjamin stabilitas kawasan dan keamanan jalur perdagangan energi global.

​Ketegasan Diplomasi Iran di Forum Antalya

​Dalam gelaran Antalya Diplomacy Forum di Turki, Jumat (17/4), Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menegaskan bahwa pendekatan parsial atau setengah-setengah tidak akan mampu menyelesaikan akar permasalahan di kawasan.

​“Kami tidak menerima gencatan senjata sementara. Yang dibutuhkan adalah penghentian konflik secara menyeluruh,” ujar Khatibzadeh.

Baca Juga :  Jenderal Iran Ancam Trump: Perang dengan AS Akan Jadi “Pelajaran Keras”

​Menurutnya, perdamaian harus mencakup seluruh titik panas, mulai dari Lebanon hingga Laut Merah, guna mencegah siklus ketegangan yang berulang dan risiko eskalasi regional yang lebih besar.

​Komitmen Terhadap Selat Hormuz

​Terkait isu keamanan energi, Khatibzadeh menyoroti posisi strategis Selat Hormuz. Meskipun berada di wilayah teritorial Iran, ia menegaskan jalur tersebut secara historis tetap terbuka bagi perdagangan dunia.

​Jaminan Keamanan: Iran berkomitmen menjaga keamanan jalur maritim tersebut.

​Pengaturan Baru: Teheran membuka ruang bagi pengaturan baru yang mempertimbangkan aspek keamanan dan lingkungan.

Baca Juga :  Pertemuan Wali Nanggroe Aceh dengan Kementrian Pendidikan Singapura : Meningkatkan Kualitas Pendidikan

​Kritik terhadap Barat: Di sisi lain, Iran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang memperburuk stabilitas kawasan yang berdampak langsung pada ekonomi global.

​Peran Mediasi Pakistan

​Di tengah ketegangan ini, Pakistan muncul sebagai mediator kunci. Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, telah melakukan kunjungan diplomatik intensif ke Iran sejak Rabu (15/4) untuk bertemu dengan Presiden Masoud Pezeshkian dan jajaran tinggi militer Iran.

​Latar Belakang Mediasi:

​8 April: Pakistan berhasil memfasilitasi perundingan Iran-AS yang menghasilkan gencatan senjata dua pekan.

​Februari: Ketegangan sempat memuncak menyusul serangan militer AS dan Israel terhadap Iran.

Baca Juga :  Brigade Al Qassam Tembakkan Peledak ke Tank Israel

​Target: Iran memandang mediasi Pakistan sebagai peluang emas untuk menutup lingkaran konflik “untuk selamanya.”

​Analisis Strategi

​Pengamat menilai sikap terbaru Teheran ini menunjukkan pergeseran strategi diplomasi. Dengan menuntut penghentian konflik permanen, Iran dinilai sedang berupaya mengamankan stabilitas jangka panjang sekaligus melindungi kepentingan ekonomi internasional, terutama di jalur distribusi energi.

​Keberhasilan mediasi ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada pasar energi dunia dan menjadi penentu arah geopolitik Timur Tengah dalam beberapa bulan ke depan. (**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Internasional

Srikandi Korps Polisi Militer TNI AD Torehkan Prestasi Gemilang di Misi Perdamaian PBB

Internasional

Rusia Peringatkan Amerika Serikat Tidak Bantu Israel Melawan Iran

Internasional

Tiga Personel UNIFIL Asal Indonesia Terluka Akibat Ledakan di Lebanon Selatan

Internasional

Smotrich Menteri Keuangan Israel Mengecam Netanyahu:Bantuan Kemanusiaan Untuk Gaza Adalah Kesalahan Besar

Aceh

Prestasi Membanggakan, Firda Rini Mahasiswi Aceh Lolos Seleksi Ketat di University of California

Internasional

Raja Salman Kucurkan Rp13 Triliun Bantuan Ramadan, Jutaan Keluarga Penerima Jaminan Sosial Terbantu

Internasional

Sekjen Sampaikan Apresiasi IWO Kepada Tun Dr. Mahathir Mohamad Sebagai Asian Inspired Leader

Internasional

Israel Serang Iran, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas