Home / Ekbis / Internasional

Jumat, 3 April 2026 - 20:38 WIB

Prabowo dan Lee Jae Myung Bertemu di Blue House, Sepakati Penguatan Kemitraan Strategis

REDAKSI

"Momen kehangatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae. Dalam kunjungan kenegaraan perdana ini, kedua pemimpin menekankan pentingnya keterbukaan dan kejujuran untuk menjaga hubungan konstruktif serta stabilitas di kawasan Indo-Pasifik."

​Seoul – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kenegaraan perdana ke Republik Korea pada Rabu, 1 April 2026. Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House), Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung.

​Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan diplomatik kedua negara di tengah situasi geopolitik global yang dinilai semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

​Komitmen Sahabat Dekat

​Dalam pengantar pertemuannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemilihan Korea Selatan sebagai salah satu tujuan kunjungan kenegaraan perdananya merupakan langkah strategis. Hal ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperdalam kemitraan yang sudah terjalin lama.

Baca Juga :  Saham PT Adhi Karya Melonjak Naik

​”Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Presiden Prabowo.

​Beliau juga mengakui bahwa dalam hubungan jangka panjang, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar. Namun, Presiden menekankan bahwa keterbukaan dan kejujuran tetap menjadi kunci utama untuk menjaga hubungan tetap konstruktif.

​Sinergi Ekonomi dan Teknologi di Kawasan Pasifik

Baca Juga :  PT Pema Berikan Dana Binaan untuk Dua UMKM Terbaik

​Presiden Prabowo menyoroti posisi kedua negara sebagai sesama negara di kawasan Pasifik dengan orientasi ekonomi perdagangan. Menurutnya, Indonesia dan Korea Selatan memiliki potensi besar untuk saling melengkapi:

​Korea Selatan: Unggul dalam kemajuan industri, sains, dan teknologi tinggi.

​Indonesia: Memiliki kekuatan pada sumber daya alam yang melimpah serta pasar domestik yang besar.

​“Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi,” tambahnya.

​Menuju Kemitraan Komprehensif

​Di tengah ancaman ketidakpastian global, Presiden Prabowo mendorong peningkatan status hubungan dari Kemitraan Strategis Khusus menjadi kemitraan yang lebih komprehensif. Fokus kerja sama ini tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga pada stabilitas dan perdamaian kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga :  DPMG Aceh Dorong BUMG Optimalkan Dana Desa Capai Swasembada Pangan

​Sebagai tindak lanjut nyata, Presiden Prabowo menginstruksikan para menteri terkait dari kedua belah pihak untuk segera merumuskan langkah teknis guna merealisasikan penguatan kerja sama tersebut.

​Pertemuan di Blue House ini mengirimkan sinyal kuat bahwa Indonesia dan Korea Selatan sedang membangun arah baru bagi kemakmuran bersama dan stabilitas di kawasan Pasifik untuk masa depan.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Internasional

Iran Luncurkan Rudal Hipersonik Fattah-2 dalam “Operasi Janji Sejati 4”

Ekbis

Ketua TP PKK Aceh Besar Kunjungi Stand Sarung Tenun Samarinda di Festival UMKM Rakernas X PKK 2025

Internasional

Sekjen Sampaikan Apresiasi IWO Kepada Tun Dr. Mahathir Mohamad Sebagai Asian Inspired Leader

Ekbis

Harga Emas di Lhokseumawe Naik Rp 51.000 Per Mayam, Transaksi Didominasi Warga yang Menjual

Internasional

Iran Tunda Pengumuman Pemimpin Baru, Trump Ingin Ikut Tentukan Suksesi

Internasional

Prabowo Tiba di Washington, Hadiri KTT Perdamaian Gaza dan Temui Trump

Internasional

Keteladanan Imam Syafi’i: Mengajar Murid ‘Slow Learner’ dengan Kesabaran Tanpa Batas

Internasional

Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Strategis Berikutnya; Tekanan Militer dan Sanksi Ekonomi Diperkuat