Home / Hukrim / Internasional

Senin, 27 April 2026 - 14:48 WIB

Kapal Tanker Honour 25 Dibajak di Perairan Somalia, 4 WNI Jadi Sandera

REDAKSI

Kapal tanker Honour 25 dibajak perompak di lepas pantai Somalia, membawa 17 awak termasuk empat WNI, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan maritim internasional.

Kapal tanker Honour 25 dibajak perompak di lepas pantai Somalia, membawa 17 awak termasuk empat WNI, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan maritim internasional.

Somalia – Aksi pembajakan kapal kembali menghantui jalur pelayaran internasional. Kapal tanker minyak Honour 25 dilaporkan telah dikuasai oleh kelompok bersenjata di lepas pantai Somalia pada malam 22 April. Insiden ini memicu kekhawatiran global lantaran kapal tersebut mengangkut belasan awak kapal dari berbagai negara, termasuk empat warga negara Indonesia (WNI).

​Kronologi Kejadian

​Berdasarkan keterangan pejabat setempat, kronologi pembajakan berlangsung cepat:

​Pelaku: Enam orang bersenjata menyerbu kapal secara tiba-tiba saat sedang berlayar.

​Lokasi Asal Pelaku: Diduga berasal dari wilayah terpencil di sekitar Bander Beyla, sebuah titik yang dikenal rawan aktivitas perompakan.

Baca Juga :  Respon Cepat Satgas Damai Cartenz, Korban Kekerasan di Paniai Tertangani, Pelaku Diburu Aparat

​Muatan: Kapal membawa sekitar 18.500 barel minyak, menjadikannya target bernilai tinggi.

​Status Terakhir: Unit Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya mengonfirmasi kapal telah diambil alih dan diarahkan menuju perairan teritorial Somalia di wilayah selatan.

​Daftar Awak Kapal yang Disandera

​Terdapat total 17 awak kapal di dalam Honour 25 yang kini nasibnya belum dapat dipastikan:

​Pakistan: 10 orang

Baca Juga :  Polisi Berhasil Ungkap Tabir di Balik Pembunuhan Berencana di Aceh Tenggara

​Indonesia: 4 orang

​India: 1 orang

​Sri Lanka: 1 orang

​Myanmar: 1 orang

​Data Pelayaran dan Konteks Geopolitik

​Data pelayaran menunjukkan rute yang cukup kompleks sebelum insiden terjadi. Kapal berangkat dari Berbera pada 20 Februari, sempat melintasi wilayah Uni Emirat Arab, dan berlayar di pintu masuk Selat Hormuz.

​Para analis menyoroti bahwa insiden ini terjadi di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan di Selat Hormuz—salah satu jalur perdagangan tersibuk dunia—diduga turut memicu ketidakstabilan keamanan maritim di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara, Desak Penghentian Konflik Permanen di Timur Tengah

​Ancaman Pembajakan Kembali Meningkat

​Setelah sempat mengalami penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir, tren perompakan di perairan Somalia menunjukkan grafik kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Sasaran perompak kini meluas, mulai dari kapal tanker, kapal kontainer, hingga kapal penangkap ikan.

​Catatan: Hingga saat ini, pemerintah Somalia belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, koordinasi internasional terus diupayakan untuk memantau pergerakan kapal dan memastikan keselamatan seluruh awak, termasuk para pelaut asal Indonesia.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Hukrim

Ditreskrimum Polda Aceh Berhasil Ungkap 75 Kasus Judol Periode 1 Mei—10 Juni 2025

Internasional

Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Polisi Israel, Ketegangan di Yerusalem Timur Meningkat

Internasional

Iran Bersiap Hadapi Dampak Kebocoran Nuklir Akibat Serangan Israel

Hukrim

Ditreskrimsus Polda Aceh Tertibkan Tambang Emas ilegal di Pidie

Hukrim

Tim Rimueng Ungkap Kasus Pencurian Dengan Kekerasan, Korban Berlumuran Darah

Hukrim

Kasus Pembunuhan Kurir Paket: Ayah Korban Menuntut Keadilan

Hukrim

Polisi Serahkan 6 Tersangka Penganiayaan yang Berujung Kematian di Tibang ke Jaksa

Daerah

Pelarian Berakhir: Polres Nagan Raya Tangkap Pelaku Pembunuhan Teuku Popon di Sumatera Utara