Home / Internasional

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:24 WIB

IRGC Ancam Serang Universitas AS di Timur Tengah Sebagai Balasan Atas Pengeboman di Teheran

REDAKSI

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengeluarkan ancaman serangan balasan dan meminta sivitas akademika menjauh dalam radius satu kilometer dari area universitas sebelum tenggat waktu Senin (30/03/2026).

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengeluarkan ancaman serangan balasan dan meminta sivitas akademika menjauh dalam radius satu kilometer dari area universitas sebelum tenggat waktu Senin (30/03/2026).

Teheran – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara resmi mengeluarkan ancaman terhadap universitas-universitas milik Amerika Serikat di kawasan tersebut pada Minggu (29/03/2026). Langkah ini merupakan respons langsung atas serangan udara koalisi AS-Israel yang menghantam institusi pendidikan di Iran.

​Kronologi dan Pemicu

​Pihak Teheran mengeklaim bahwa pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, serangan udara koalisi telah menghancurkan dua universitas di Iran. Salah satu yang terdampak parah adalah Universitas Sains dan Teknologi di timur laut Teheran. Meski dilaporkan tidak ada korban jiwa, kerusakan infrastruktur bangunan sangat signifikan.

Baca Juga :  SBU Klaim Tewaskan Dua Agen Rusia Yang Terlibat Pembunuhan Kolonel

​Ultimatum 24 Jam

​Melalui pernyataan resmi yang dirilis media pemerintah (AFP), IRGC memberikan tenggat waktu yang sangat ketat kepada Washington:

​Tuntutan: Pemerintah AS harus mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk pemboman universitas-universitas Iran.

​Batas Waktu: Senin, 30 Maret 2026, pukul 12.00 siang waktu Teheran.

Baca Juga :  Menlu RI: Kawasan Asia Tenggara Harus Bebas dari Senjata Nuklir

​Konsekuensi: Jika tuntutan tidak dipenuhi, Iran akan melakukan tindakan pembalasan terhadap kampus-kampus AS di kawasan Teluk.

​Peringatan Evakuasi

​IRGC juga mengeluarkan instruksi keamanan bagi warga sipil dan sivitas akademika di kampus-kampus seperti Texas A&M University (Qatar) dan New York University (UEA). Seluruh staf, profesor, mahasiswa, serta penduduk sekitar diminta untuk menjauh hingga radius satu kilometer dari lokasi kampus guna menghindari risiko serangan.

​Dampak Global yang Mengancam

Baca Juga :  Gubernur Mualem Paparkan Potensi Investasi di Forum ASEAN–Tiongkok

​Eskalasi ini dipandang sebagai babak baru yang berbahaya dalam perseteruan antara blok AS-Israel dan Iran. Selain ancaman militer langsung, dunia kini mengkhawatirkan dua dampak besar:

​Stabilitas Kawasan: Tuduhan pengembangan senjata nuklir oleh Iran dan agresi Barat menciptakan kebuntuan diplomasi yang akut.

​Krisis Ekonomi: Iran berpotensi menggunakan “senjata pamungkas” dengan menutup Selat Hormuz. Jika jalur ini lumpuh, harga energi dunia diprediksi akan melonjak secara ekstrem akibat terhentinya distribusi minyak global.

Editor: redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

Kadisdik Aceh Apresiasi Prestasi Siswa SMAN 7 dan SMA Labschool Banda Aceh di Ajang Internasional JDIE 2025 di Jepang

Ekbis

Prabowo dan Lee Jae Myung Bertemu di Blue House, Sepakati Penguatan Kemitraan Strategis

Internasional

Ketua Partai Liberal Demokrat Desak Trump Mundur dari Presiden AS

Internasional

80 Jet Tempur Israel Gempur Teheran, Konflik Iran–AS Memasuki Pekan Pertama

Internasional

Iran Pasca – Serangan AS : Trump Sebut Kemungkinan Iran Mulai Lagi

Internasional

Mualem Berbagi Kisah Aceh Pascadamai di Forum Internasional

Internasional

Menlu RI: Kawasan Asia Tenggara Harus Bebas dari Senjata Nuklir

Aceh

Pemerintah Bangladesh Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Aceh