Aceh Utara – Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) dari Zeni Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Bailey darurat Panton Nisam hingga 100 persen. Jembatan yang berlokasi di Jalan Cot Poto, Desa Panton, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara tersebut selesai dibangun pada Jumat (02/12/2025), sebagai upaya cepat pemulihan akses transportasi masyarakat yang terputus akibat bencana banjir.
Pembangunan jembatan darurat ini merupakan bentuk respons sigap TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat pascabencana, khususnya dalam mempercepat pemulihan infrastruktur vital yang berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan ekonomi warga. Dengan rampungnya jembatan tersebut, jalur penghubung utama yang sempat terisolasi kini kembali dapat difungsikan.
Jembatan Bailey yang dibangun memiliki tipe Bailey 1-1 dengan panjang total mencapai 39 meter atau terdiri dari 13 petak. Konstruksi jembatan menggunakan material berkualitas dari Yonzikon 13 dan Yonzikon 14, sehingga menghasilkan struktur yang kokoh, stabil, dan aman digunakan. Jembatan ini dirancang mampu menahan beban hingga 10 ton, sehingga dapat dilalui kendaraan operasional maupun kendaraan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam proses pengerjaannya, pembangunan jembatan melibatkan 25 personel dari Yonzipur 4 serta 14 personel dari Denzipur 3. Pelaksanaan di lapangan turut mendapat pendampingan langsung dari Koramil 23/Nisam. Para Babinsa wilayah binaan juga aktif terlibat dalam pengamanan, pengawasan, serta membantu kelancaran kegiatan, sekaligus menjalin komunikasi sosial dengan masyarakat sekitar lokasi pembangunan.
Jembatan Bailey darurat tersebut berfungsi menghubungkan Desa Paloh Mampre dan Desa Meunasah Alue dengan Desa Semirah, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. Keberadaan jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama untuk mobilitas warga, distribusi logistik, kegiatan pendidikan, hingga menunjang roda perekonomian setempat.
Hingga akhir pelaksanaan, progres pembangunan jembatan telah mencapai 100 persen dan bahkan selesai lebih cepat dari target waktu yang direncanakan. Struktur jembatan kini telah berdiri kokoh dan siap digunakan oleh masyarakat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan tetap memperhatikan batas beban yang telah ditentukan demi keselamatan bersama.
Kehadiran prajurit Zeni Angkatan Darat bersama personel Koramil 23/Nisam di lokasi pembangunan mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Sebelumnya, warga harus menempuh jalur alternatif yang cukup jauh dan memakan waktu lebih lama akibat terputusnya akses jalan utama. Dengan selesainya jembatan Bailey darurat ini, aktivitas warga kini kembali berjalan normal.
Salah seorang warga Desa Panton menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada prajurit TNI yang telah bekerja tanpa lelah demi membantu masyarakat. Ia mengaku sangat bahagia melihat jembatan Bailey akhirnya rampung dan dapat digunakan oleh warga.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada TNI. Jembatan ini sangat berarti bagi kami karena selama ini aktivitas masyarakat sangat terganggu. Semoga jembatan ini bermanfaat bagi warga dan menjadi amal ibadah bagi seluruh prajurit yang terlibat,” ungkapnya dengan penuh haru.
Melalui pembangunan Jembatan Bailey darurat ini, TNI kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan bencana alam dan percepatan pemulihan infrastruktur. Sinergi antara TNI dan Kementerian PU diharapkan terus terjalin demi mendukung kesejahteraan serta keselamatan masyarakat.
Editor: Redaksi









