BANDA ACEH — Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Dr. H. Muhsin Thahir, S.Ag., M.Ag., menghadiri perayaan Milad ke-28 sekaligus Tasyakur Dayah Terpadu Inshafuddin di Kompleks Dayah Inshafuddin, Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu (01/08/2026).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dirangkai dengan tasyakur pelepasan serta apresiasi bagi para santri dan siswa-siswi SMA Inshafuddin yang telah menyelesaikan masa pendidikannya. Memasuki usia ke-28 tahun, Dayah Terpadu Inshafuddin dinilai terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda Aceh yang berakhlaqul karimah, mandiri, serta berwawasan luas.
Dalam sambutannya, Muhsin Thahir menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi pengurus, jajaran pengajar, dan pimpinan dayah yang konsisten memadukan pendidikan kurikulum agama dan umum secara seimbang.
Muhsin Thahir menekankan pentingnya peran dayah terpadu dalam menjawab tantangan zaman modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.
Penguasaan Teknologi: Santri di era modern dituntut tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga responsif terhadap literasi digital dan perkembangan ilmu pengetahuan umum.
Pembentukan Karakter: Dayah menjadi benteng utama dalam membina moralitas serta integritas generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi.
Sinergi Pemerintah dan Dayah: Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah berkomitmen terus mendukung peningkatan mutu fasilitas, kapasitas SDM pengajar, dan tata kelola sarana pendidikan di seluruh Aceh.
Pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Kadis Pendidikan Dayah Aceh serta seluruh tamu undangan. Rangkaian kegiatan milad diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan seni islami kreasi santri, orasi ilmiah, hingga penganugerahan penghargaan bagi santri dan siswa SMA Inshafuddin yang berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
Melalui momentum milad ke-28 ini, Dayah Terpadu Inshafuddin diharapkan senantiasa mencetak lulusan yang siap berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan menjadi pilar penegakan syariat Islam di Bumi Serambi Mekkah. [Adv]
Editor: Redaksi











