Aceh – Menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 2026, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, T. Faisal, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi di wilayah barat dan selatan Aceh, Selasa (3/3/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan menjelang Hari Raya.
Pastikan Terminal dan Pelabuhan Siap
Dalam kunjungan tersebut, Kadishub meninjau sejumlah simpul transportasi strategis, yakni Terminal Tipe B Aceh Barat Daya, Terminal Tipe B Tapak Tuan, serta Pelabuhan Penyeberangan Labuhan Haji. Ketiga lokasi ini menjadi titik vital pergerakan penumpang di kawasan barat selatan Aceh, terutama bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
Di setiap lokasi, T. Faisal melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi fasilitas, mulai dari ruang tunggu penumpang, area parkir, loket pelayanan, hingga kebersihan lingkungan terminal dan pelabuhan. Ia juga berdialog langsung dengan petugas lapangan untuk mengetahui kesiapan personel serta potensi kendala yang mungkin muncul saat puncak arus mudik.
“Kita ingin memastikan seluruh terminal dan pelabuhan dalam kondisi siap, baik dari sisi fasilitas maupun personel. Mudik ini adalah momentum besar, sehingga pelayanan tidak boleh setengah-setengah,” ujar Faisal di sela-sela kunjungan.
Antisipasi Lonjakan Penumpang
Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat setiap menjelang Idul Fitri sudah menjadi pola tahunan. Karena itu, Dishub Aceh melakukan pemetaan terhadap potensi lonjakan penumpang, khususnya di terminal tipe B dan pelabuhan penyeberangan yang menjadi simpul utama transportasi di wilayah barat selatan.
Ia menekankan bahwa kesiapan tidak hanya sebatas pada infrastruktur fisik, tetapi juga manajemen pelayanan. Penataan jadwal keberangkatan, kelayakan armada, pengaturan arus kendaraan di sekitar terminal, hingga kedisiplinan petugas menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus mudik.
“Kesiapan petugas adalah kunci utama. Mereka berada di garis depan pelayanan. Karena itu, profesionalisme, respons cepat, dan sikap ramah harus terus dijaga,” tegasnya.
Fokus pada Keamanan dan Kenyamanan
Selain memastikan kelayakan fasilitas, kebersihan dan kenyamanan area pelayanan juga menjadi perhatian serius. Ruang tunggu yang bersih, toilet yang layak, serta area parkir yang tertata rapi dinilai dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat selama perjalanan.
Kadishub juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat keamanan dan instansi terkait lainnya, guna mengantisipasi potensi kemacetan, kepadatan penumpang, maupun gangguan keamanan selama periode mudik.
Ia meminta seluruh jajaran Dishub di wilayah barat dan selatan Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat komunikasi antarpetugas di lapangan.
“Kita tidak ingin ada keluhan masyarakat terkait pelayanan. Prinsipnya sederhana, masyarakat harus dilayani dengan baik. Itu komitmen kita,” pungkasnya.
Komitmen Pelayanan Prima
Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik. Dengan pengecekan langsung oleh pimpinan, diharapkan setiap kekurangan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti sebelum puncak arus mudik tiba.
Mudik bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momen emosional yang mempertemukan keluarga di hari kemenangan. Karena itu, kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan menjadi tanggung jawab bersama—dan Dinas Perhubungan Aceh menegaskan kesiapannya untuk menghadapi tantangan tersebut.(**)
Editor: Dahlan













