Home / Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:22 WIB

Kanwil Ditjenpas Maluku Utara Dukung Program Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Redaksi

Plh. Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku Utara Yunus Maraden bersama jajaran mengikuti rapat virtual dengan Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Kemenimipas RI, membahas Program Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan, Rabu (21/1/2026).

Plh. Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku Utara Yunus Maraden bersama jajaran mengikuti rapat virtual dengan Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Kemenimipas RI, membahas Program Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan, Rabu (21/1/2026).

Ternate – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku Utara menyatakan dukungan penuh terhadap program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) berupa Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui keikutsertaan jajaran Kanwil Ditjenpas Maluku Utara dalam rapat virtual bersama Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Rabu (21/1/2026).

Rapat virtual tersebut diikuti oleh Plh. Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku Utara, Yunus Maraden, yang mewakili Kepala Kanwil, didampingi JFT PKP serta staf dan operator pembinaan. Kegiatan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai dan terpusat di ruang rapat bersama Kanwil Ditjenpas Maluku Utara.

Dalam rapat tersebut, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Yulius Sahruza, memaparkan secara komprehensif kebijakan dan arah strategis program Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan sebagai salah satu program prioritas (proksi) Kemenimipas. Program ini dirancang untuk memperkuat pelaksanaan program akselerasi Menteri Imipas sekaligus memastikan pemenuhan hak dasar warga binaan di bidang pendidikan.

Baca Juga :  Kunjungan Prabowo ke Takengon, Harapan Baru Bagi Korban Bencana

Dijelaskan bahwa sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK), pendidikan kesetaraan tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, tetapi menjadi bagian integral dari sistem pembinaan pemasyarakatan. Pendidikan dipandang sebagai instrumen utama dalam proses rehabilitasi sosial, reintegrasi sosial, pencegahan residivisme, serta upaya memutus rantai kemiskinan struktural yang kerap menjadi latar belakang terjadinya tindak pidana.

Lebih lanjut disampaikan, program prioritas “Pendidikan Bermutu” dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026 memiliki relevansi strategis dengan pembinaan narapidana dan anak binaan. Melalui pendidikan yang terencana dan berkualitas, warga binaan diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk kembali ke masyarakat secara produktif setelah menjalani masa pidana.

Baca Juga :  Malam Isra Mikraj, Banjir Rendam Permukiman Warga Semarang

Dalam paparannya, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan juga menguraikan sejumlah alasan utama penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan. Di antaranya sebagai bagian dari pilar transformasi pemasyarakatan, pemenuhan mandat konstitusi dan prinsip non-diskriminasi, serta upaya mengejar ketertinggalan dan pemulihan modal manusia. Selain itu, program ini juga disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja pasca pembebasan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan pendidik pembinaan.

Adapun tujuan utama program Pendidikan Kesetaraan ini adalah mewujudkan pemerataan akses pendidikan (inklusivitas) bagi narapidana dan anak binaan melalui layanan Paket A, Paket B, dan Paket C. Program ini diharapkan mampu menghapus kesenjangan pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan, serta membentuk individu yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kompetensi akademik maupun keterampilan praktis.

Baca Juga :  Dansatgas Yonif 112/DJ Dampingi Kunjungan Kerja Pangkogabwilhan III Di Puncak Jaya

Plh. Kakanwil Ditjenpas Maluku Utara, Yunus Maraden, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung dan mengimplementasikan kebijakan tersebut di seluruh UPT Pemasyarakatan di wilayah Maluku Utara. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci penting dalam menciptakan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada masa depan warga binaan.

“Melalui program pendidikan kesetaraan ini, kami berharap narapidana dan anak binaan dapat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, memperbaiki diri, dan kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,” ujarnya.

Dengan terlaksananya rapat virtual ini, Kanwil Ditjenpas Maluku Utara optimistis dapat menyelaraskan langkah dan kebijakan pusat dengan pelaksanaan di daerah, sehingga program Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan serta masyarakat luas.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

BPOM Apresiasi Standar Keamanan Pangan SPPG Polri

Hukum

Polisi Lakukan Penyelidikan Terkait Pemilik Ganja Temuan di Bandara SIM

Nasional

Kunjungan Delegasi Kepolisian Prancis Perkuat Kerja Sama dan Motivasi Calon Bintara Polwan

Hukrim

Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Teror Kiriman Kepala Babi di Kantor Tempo

Nasional

DWP Aceh dan DWP Jawa Barat Sepakat Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Perempuan dan UMKM

Nasional

Presiden Prabowo Fokus Stabilitas Pangan dan Harga Jelang Tahun Baru 2026

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Laksanakan Anjangsana Langsung Ke Honai Warga Puncak Jaya

Nasional

Kakorlantas Paparkan ke Kapolri Strategi Mengawal Arus Mudik Lebaran 2025