Home / Aceh Besar / Pemerintah

Senin, 8 Desember 2025 - 16:07 WIB

Kemendagri Minta Waspada Inflasi Jelang Nataru 2026

REDAKSI

Jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan unsur Forkopimda mengikuti rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual dengan Kemendagri dari Kota Jantho, Senin (08/12/2025).FOTO/MC ACEH BESAR

Jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan unsur Forkopimda mengikuti rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual dengan Kemendagri dari Kota Jantho, Senin (08/12/2025).FOTO/MC ACEH BESAR

* Banjir dan Akses Transportasi di Aceh Akibatkan Beberapa Komoditi Naik Harga

Kota Jantho – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan unsur Forkopimda mengikuti acara tersebut dari Kota Jantho, Senin (08/12/2025).

Rakor dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Drs. H. Tomsi, M.M., yang memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) atas kinerja mereka.

Dalam arahannya, Sekjen Tomsi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh perangkat daerah karena dinilai mampu menjaga tingkat inflasi nasional dalam batas yang ideal.

Baca Juga :  Kadisdik Dayah Aceh Besar Hadiri Peringatan Maulid Nabi di UIN Ar-Raniry

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah karena menjaga inflasi kita dalam angka ideal 2,27 persen di bulan Januari hingga November tahun 2025,” ujar Tomsi dalam rapat koordinasi tersebut.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa angka inflasi tersebut cukup ideal mengingat Indonesia adalah negara produsen sekaligus konsumen. Ia menambahkan, kemampuan mengendalikan inflasi ini menjadi pencapaian yang signifikan di tengah tekanan global.

“Dalam kondisi tekanan inflasi global yang diakibatkan lonjakan harga emas, kita bisa mengendalikan inflasi dengan baik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal ZA Buka Kick-Off Meeting Program dan Anggaran 2025 Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan

Tomsi mengingatkan bahwa tahun 2025 hanya menyisakan satu bulan efektif, dan pemerintah daerah tidak boleh lengah. Peringatan itu disampaikan untuk menyikapi potensi gejolak harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Menyikapi hal tersebut, terdapat dua pesan utama yang ditekankan, Kementerian Perdagangan diharapkan untuk tidak menaikkan harga komoditas strategis, khususnya minyak goreng bersubsidi (“Minyak Kita”).

Pemerintah Daerah diminta untuk meningkatkan fungsi koordinasi dan memfokuskan pengawasan dalam memantau harga kebutuhan pokok (sembako) langsung di tingkat pasar dan distributor terbawah.

Baca Juga :  Staf Ahli Adi Darma Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Blang Padang

Sekjen berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan agar perayaan Nataru berjalan lancar tanpa adanya lonjakan inflasi yang signifikan.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Aceh Besar Darwan Asrizal SE MT usai mengikuti rakor mengatakan bencana yang melanda 3 provinsi, terutama paling luas di Aceh mengalami kenaikan IPH terutama cabe, bawang dan minyak goreng. “Kita menyimak tadi, beberapa komoditi mengalami kenaikan harga akibat dari banjir dan terputusnya jalur transportasi seperti cabe, bawang dan minyak goreng,” tutur Darwan.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Pemerintah

Menjelang Peringatan Tsunami Pj. Bupati Taufik Bersama Forkopimda Tanam Pohon Tahiroe

Aceh Besar

Yonif 117/KY Latihan Menembak Reaksi, Danrem 012/TU Tekankan Profesionalisme Prajurit

Parlementarial

DPRK Banda Aceh dan Pemerintah Kota Sepakati Qanun RPJM 2025 – 2029 Disahkan

Aceh

Sekda Nasir Sambut Pimpinan LAN RI di Bandara SIM, Jamu Makan Siang Khas Aceh

Aceh Besar

Wakili Bupati Aceh Besar, Staf Ahli Sulaimi Hadiri Simposium Ekonomi Kolaborasi

Pemerintah

Gaji ASN Pemerintah Aceh Sudah Cair 3 Januari 2025

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Gelar Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah