SIGLI — Korban banjir di Kabupaten Pidie segera mendapatkan hunian tetap dan bantuan pembangunan rumah yang ditangani secara kolaboratif oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (KPKP), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie. Saat ini, seluruh rangkaian kegiatan masih berada pada tahap proses tender dan kelengkapan administrasi.
Plt Kalak BPBD Pidie, Apriadi S.Sos., pada Selasa (6/10/2026), menjelaskan rincian pembagian penanganan dan lokasi pembangunan rumah bantuan tersebut sebagai berikut:
Bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (KPKP)
Pembangunan rumah oleh KPKP dipusatkan di kawasan dataran tinggi Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse. Semula direncanakan sebanyak 89 unit, jumlah tersebut kini bertambah menjadi 91 unit. Apriadi menyebutkan bahwa pembangunan di lokasi ini sedang dalam proses tender oleh KPKP, dan informasi terbaru, pemasangan patok di lokasi pembangunan telah dilakukan.
Bantuan Stimulan dari BNPB
BNPB akan membangun sekitar 54 unit rumah bantuan stimulan yang tersebar di Gampong Jojo (Kecamatan Mutiara Timur) dan wilayah Kembang Tanjong. Besaran alokasi dana bantuan yang semula Rp60 juta per unit telah ditambah oleh pemerintah menjadi Rp70 juta per rumah. “Proses tahapan pembangunan rumah bantuan stimulan BNPB masih [dalam tahap] perlengkapan administrasi dari pemilik rumah. Jika administrasi dinyatakan lengkap, maka BNPB akan mentransfer uang ke penerima rumah bantuan,” jelas Apriadi.
Bantuan Sharing dari Pemkab Pidie
Pemkab Pidie mengalokasikan pembangunan sebanyak enam unit rumah melalui sistem sharing, dengan rincian:
- Gampong Cot Nuran, Kecamatan Keumala: 2 unit
- Gampong Simbe, Kecamatan Mutiara Timur: 3 unit
- Gampong Rambot Adan, Kecamatan Mutiara Timur: 3 unit (Catatan redaksi dalam teks asli: total alokasi disebutkan enam unit dengan rincian di atas)
Setiap unit rumah dialokasikan anggaran sebesar Rp97 juta. Namun, pihak BPBD menyatakan belum mengetahui secara pasti sistem pengerjaan untuk keenam rumah bantuan Pemkab Pidie tersebut, dan pekerjaan fisik di lapangan belum dimulai.
Sementara itu, Keuchik Blang Pandak, Muhammad Yanis, saat dihubungi pada Senin (5/10/2026) untuk dimintai keterangan terkait proses pembangunan rumah bantuan tersebut, belum dapat dikonfirmasi lantaran nomor ponsel yang bersangkutan tidak aktif.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan










