BANDA ACEH — Kualitas udara di wilayah Aceh dilaporkan mulai membaik di tengah potensi ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meskipun citra sebaran asap tidak menunjukkan keberadaan asap di Aceh, sejumlah stasiun meteorologi setempat masih mencatat kondisi udara kabur dan kabut asap tipis pada Senin pagi (19/10/2026).
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Betsi, menyampaikan bahwa pemantauan terbaru dari Stasiun Klimatologi Aceh Besar mengonfirmasi kualitas udara di Aceh saat ini berada dalam kategori baik.
“Untuk kualitas udara, pantauan terakhir pagi ini terpantau dalam kategori baik,” ujar Betsi.
Jarak Pandang di Berbagai Wilayah Aceh
Berdasarkan hasil pengamatan pada pukul 07.00–09.00 WIB, jarak pandang mendatar (visibilitas) di sejumlah bandara udara di Aceh terpantau masih bervariasi:
* Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh Besar): 3 – 6 kilometer.
* Bandara Maimun Saleh (Sabang): 5 – 7 kilometer.
* Bandara Malikussaleh (Aceh Utara): Sekitar 5 kilometer.
* Bandara Cut Nyak Dhien (Nagan Raya): 6 – 7 kilometer.
Pantauan Udara Kabur dan Kabut Asap
Betsi menjelaskan, citra sebaran asap di wilayah Sumatera pada Senin pukul 08.00 WIB memang tidak mendeteksi adanya asap di Aceh. Namun, pengamatan langsung di Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, masih mencatat fenomena udara kabur (haze).
Di saat yang sama, Stasiun Meteorologi Malikussaleh di Aceh Utara juga masih melaporkan keberadaan kabut asap tipis.
“Kondisinya tidak separah hari-hari sebelumnya,” tutur Betsi.
Potensi Asap Susulan dan Prospek Hujan
Meskipun kualitas udara menunjukkan perbaikan, potensi masuknya sebaran asap ke Aceh dalam beberapa hari mendatang belum sepenuhnya hilang. Selama sumber karhutla masih ada, pergerakan angin dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara berpeluang membawa kembali asap ke wilayah Aceh.
Di sisi lain, BMKG memprakirakan adanya peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan lebat, di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan. Turunnya hujan ini diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap di udara sehingga dampaknya berangsur mereda.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau perkembangan cuaca serta kondisi kualitas udara, khususnya apabila kabut asap kembali meningkat di wilayah masing-masing.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









