Home / Aceh Barat

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:38 WIB

Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi FISIP UTU Gelar Mini Riset di DPRK Aceh Barat, Soroti Peran Legislatif dalam Kesejahteraan Sosial Berbasis Gender

REDAKSI

Mahasiswa Program Magister Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar (UTU) bersama dosen pengampu Dr. Arfriani Maifizar, M.Si., melakukan diskusi interaktif dengan Komisi IV DPRK Aceh Barat, Senin (23/2/2026).

Mahasiswa Program Magister Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar (UTU) bersama dosen pengampu Dr. Arfriani Maifizar, M.Si., melakukan diskusi interaktif dengan Komisi IV DPRK Aceh Barat, Senin (23/2/2026).

Meulaboh – Program Magister prodi sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, melaksanakan kegiatan mata kuliah mini riset dengan mengunjungi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini berlangsung bersama Komisi IV DPRK Aceh Barat dengan mengangkat tema “Peran Lembaga Legislatif Daerah dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Aceh Barat.”

Dosen pengampu, Dr. Arfriani Maifizar, M.Si., mengatakan, mini riset tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung fungsi dan peran lembaga legislatif, khususnya dalam merumuskan kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Bayi Perempuan Mungil Ditemukan di Teras Rumah,Warga Aceh Barat Berdatangan Untuk Mengadopsi

Dalam diskusi interaktif yang berlangsung, mahasiswa dan anggota dewan membahas berbagai isu strategis, termasuk kebijakan sosial yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dari hasil diskusi bersama Komisi IV DPRK Aceh Barat tersebut, Dr. Arfriani menjelaskan terdapat sejumlah rekomendasi penting yang menjadi perhatian bersama, terutama terkait penguatan kebijakan yang berbasis gender.

“Komisi IV direkomendasikan tentang pentingnya penyediaan fasilitas publik yang berbasis gender serta perlunya kebijakan tata ruang yang memperhatikan kebutuhan perempuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kakankemenag Aceh Barat Hadiri Rakor Penyusunan RKA SK 2027 di Langsa

Dr. Arfriani, menambahkan, kebijakan tersebut mencakup penyediaan ruang ramah bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui. Menurutnya, keberpihakan terhadap kelompok tersebut merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata.

Selain itu, kata dia, kegiatan mini riset ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa dalam melakukan penelitian lapangan serta memperkuat pemahaman mereka terhadap proses legislasi di tingkat daerah.

Menurut Dr. Arfriani, Ketua DPRK Aceh Barat menyambut baik usulan tersebut dan menyetujui agar rekomendasi itu dapat disampaikan dalam rapat paripurna DPRK ke depan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah.

Baca Juga :  Aceh Barat Tetapkan Standar Mahar Pernikahan Lima Mayam Emas

“Ketua DPRK menyetujui usulan ini untuk dibawa ke rapat paripurna mendatang, sehingga dapat menjadi bagian dari kebijakan yang mendukung kesejahteraan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Komisi IV DPRK Aceh Barat memiliki ruang lingkup kerja yang strategis, meliputi bidang pendidikan, pengembangan usaha kecil menengah (UKM) lokal, serta pelaksanaan nilai-nilai syariah. Karena itu, rekomendasi terkait fasilitas publik yang inklusif dinilai relevan dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Bayi Perempuan Mungil Ditemukan di Teras Rumah,Warga Aceh Barat Berdatangan Untuk Mengadopsi

Aceh Barat

PT MIFA Harus Hentikan Kegaduhan, Laporkan Bupati Sama Saja Menantang Rasa Keadilan Rakyat

Aceh Barat

Kabut Asap Kebakaran Gambut Selimuti Aceh Barat, Sekolah Diliburkan

Aceh Barat

Bupati Tarmizi Dinilai Konsisten Dukung Pendidikan Dayah Sejak di Legislatif hingga Eksekutif

Aceh Barat

Kakankemenag Aceh Barat Hadiri Rakor Penyusunan RKA SK 2027 di Langsa

Aceh Barat

Aceh Barat Tetapkan Standar Mahar Pernikahan Lima Mayam Emas

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar Shalat Istisqa, Ikhtiar Spiritual Hadapi Karhutla dan Kemarau Panjang