Home / Ekonomi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Masyarakat Kelas Menengah Jadi Motor Penggerak Ekonomi Aceh

REDAKSI

Asisten II Setda Aceh T Robby Irza menyatakan masyarakat kelas menengah merupakan motor konsumsi dan penggerak utama perekonomian Aceh.

Asisten II Setda Aceh T Robby Irza menyatakan masyarakat kelas menengah merupakan motor konsumsi dan penggerak utama perekonomian Aceh.

Banda Aceh – Asisten II Setda Aceh, T Robby Irza, menyatakan bahwa masyarakat kelas menengah merupakan motor konsumsi sekaligus penggerak utama perekonomian di Aceh.

Ia menjelaskan bahwa menjaga daya beli kelompok ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika daya beli kelas menengah tetap terjaga, sektor perdagangan, jasa, UMKM, transportasi, hingga sektor produktif lainnya akan terus bergerak.

Oleh karena itu, Pemerintah Aceh terus memantau kondisi sosial ekonomi dan daya beli masyarakat. Saat ini, tekanan daya beli menjadi perhatian khusus di tengah pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang sempat mengganggu produksi dan distribusi pangan.

Baca Juga :  Harga Emas di Lhokseumawe Stabil, Capai Rp8,15 Juta per Mayam

Di sisi lain, terdapat peningkatan permintaan pada komoditas daging dan telur ayam ras untuk kebutuhan masyarakat umum serta kebutuhan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh. Kondisi ini perlu diantisipasi agar lonjakan permintaan tidak memicu kenaikan harga yang berlebih. Sebagai gambaran, inflasi Aceh pada Juli 2026 tercatat sebesar 5,38% (yoy), membaik atau menurun dibandingkan bulan Juni 2026 yang mencapai 5,84% (yoy).

Baca Juga :  Mualem Jajaki Kerja Sama Pengembangan Peternakan dan Pertanian dengan Australia

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Aceh melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi berbasis data, yaitu dengan memetakan komoditas penyumbang inflasi serta daerah kabupaten/kota yang mengalami tekanan harga.

Langkah intervensi concrete yang dijalankan meliputi:

  •  Distanbun Aceh: Menyelenggarakan Gerakan Pasar Murah dan memperkuat pasokan pangan.
  •  Dinas Perindustrian dan Perdagangan: Menggelar operasi pasar.
  •  Dinas Pangan: Memberikan subsidi ongkos angkut dan fasilitasi distribusi.
  •  Sinergi Antar-Lembaga: Berkolaborasi aktif dengan Bulog, Kadin Aceh, Bank Indonesia Perwakilan Aceh, serta pemerintah kabupaten/kota setempat.
Baca Juga :  Kinerja Keuangan BSI Tumbuh Positif Sepanjang 2025

Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan tersebut, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran rantai distribusi, serta keterjangkauan harga pangan bagi seluruh masyarakat Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Optimistis Ekonomi Tumbuh Menguat

Ekonomi

PT. Solusi Bangun Andalas jamin pasokakn dan Harga Semen pascabancan di Aceh Aman

Ekonomi

Harga Emas Perhiasan Naik Tipis, Ini Update Terbaru Hari Ini

Ekonomi

Karya Kreatif Indonesia 2026 Beudaya Meusare Sare, Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

Ekonomi

Bank Aceh Syariah Serahkan Dividen Rp4 Miliar, Zakat, dan Bantuan CSR ke Pemkab Simeulue

Ekonomi

Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk sebagai PJS Direktur Utama BEI

Ekonomi

Dorong Konsumen Cerdas, BSI Perkuat Literasi dan Digitalisasi Layanan yang Aman dan Inklusif

Daerah

Mualem Dukung Petani Cabai dan Nilam untuk Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Ekonomi