Home / Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:47 WIB

Mayat Perempuan Misterius Ditemukan Mengapung di Sungai TPI Tanoh Anoe

Redaksi

Petugas kepolisian bersama warga mengevakuasi jasad perempuan tanpa identitas yang ditemukan mengapung di Sungai TPI Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (4/3/2026) pagi.

Petugas kepolisian bersama warga mengevakuasi jasad perempuan tanpa identitas yang ditemukan mengapung di Sungai TPI Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (4/3/2026) pagi.

Aceh Utara – Warga Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Rabu (4/3/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang nelayan setempat, Nurmansyah (32), saat hendak menuju lokasi parkir boat di kawasan sungai TPI sekitar pukul 08.00 WIB. Pagi itu, ia berencana memperbaiki bola lampu di perahu tempatnya bekerja. Namun setibanya di lokasi, pandangannya tertuju pada sebuah benda mencurigakan yang mengapung di permukaan air.

Awalnya, Nurmansyah mengira benda tersebut hanyalah boneka yang terbawa arus. Rasa penasaran mendorongnya untuk memastikan. Dengan menggunakan galah, ia mencoba mendekati dan mendorong benda tersebut. Betapa terkejutnya ia saat menyadari bahwa yang dilihatnya bukan boneka, melainkan jasad seorang perempuan lanjut usia.

“Saya kira boneka, tapi setelah didekati ternyata mayat,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi.

Baca Juga :  Ayah di Aceh Barat Laporkan Dugaan Penganiayaan Anak oleh Oknum TNI

Nurmansyah kemudian mendorong tubuh korban ke tepian sungai sejauh kurang lebih lima meter agar tidak hanyut terbawa arus. Setelah itu, ia segera memberi tahu warga sekitar. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan menarik perhatian masyarakat setempat yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.

Aparatur gampong bersama warga langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Personel dari Polsek Muara Batu segera tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan olah TKP. Petugas juga menghubungi tenaga medis dari Puskesmas Muara Batu guna membantu proses evakuasi jenazah.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 65 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan baju lengan panjang warna pink bermotif bunga, rok panjang warna hitam, serta sandal jepit sebelah kanan berwarna biru. Korban memiliki ciri-ciri berkulit sawo matang dan berambut hitam lurus panjang.

Hal yang cukup menyita perhatian warga adalah ditemukannya beberapa lembar uang pecahan Rp5.000 yang masih tergenggam di tangan korban. Namun, tidak ditemukan kartu identitas maupun dokumen lain yang dapat mengungkap identitas perempuan tersebut.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Kunjungi DPRA, Perkuat Sinergi dalam Menjaga Stabilitas Kamtibmas

Karena tidak adanya identitas yang melekat pada tubuh korban, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Muara Batu untuk penanganan awal. Selanjutnya, jenazah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia di Buket Rata guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan., S.H., S.I.K., M.S.M., M.H melalui Kapolsek Muara Batu IPDA Syukrullah., S.E menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi.

“Korban ditemukan tanpa identitas. Kami sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak medis untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujar Kapolsek.

Polisi juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti yang ditemukan agar segera melapor ke Polsek Muara Batu atau menghubungi pihak kepolisian terdekat.

Baca Juga :  Pj Ketua TP PKK Safriati: Meski di Masa Transisi, Roda Oganisasi Tak Boleh Berhenti

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, tepatnya pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 18.20 WIB, korban sempat terlihat mengendarai sepeda mini warna merah dan mondar-mandir di sepanjang jalan Desa Tanoh Anoe tanpa tujuan yang jelas. Namun hingga kini belum diketahui dari mana asal korban maupun alasan keberadaannya di kawasan tersebut.

Peristiwa ini menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Apakah korban meninggal akibat kecelakaan, sakit mendadak, atau ada faktor lain yang menyebabkan dirinya berakhir di aliran sungai TPI, semuanya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Polisi memastikan akan terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Miliki Zona Aman, Kak Na Apresiasi Warga Gampong Buket Linteung

Daerah

Gubernur Muzakir Manaf: MTR Ajang Membentuk Karakter Islami Generasi Muda Aceh

Berita

35 Sopir Bus Tes Urine di Terminal Banda Aceh, Ini Hasilnya

Daerah

Satgas Gulbencal Kodam IM bangun MCK bagi warga terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Daerah

Mualem Kembali Kunjungi Aceh Tamiang Bersama Tim Medis dari Malaysia

Daerah

Kak Na Temui Warga di Pengungsian Gampong Matang Kareung

Daerah

BNPB: 90 Persen Jalan Utama Aceh Tamiang Bersih dari Lumpur Banjir

Daerah

Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Mencari Kerang di Sungai