Home / Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:40 WIB

MBG dan Koperasi Merah Putih: Program Sosial atau Mesin Suara?

REDAKSI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) kini tengah menjadi sorotan publik. Di satu sisi, langkah masif ini dijanjikan sebagai solusi kesejahteraan masyarakat di akar rumput.(26/2/2026).

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) kini tengah menjadi sorotan publik. Di satu sisi, langkah masif ini dijanjikan sebagai solusi kesejahteraan masyarakat di akar rumput.(26/2/2026).

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) kini tengah menjadi sorotan publik. Di satu sisi, langkah masif ini dijanjikan sebagai solusi kesejahteraan masyarakat di akar rumput. Namun di sisi lain, desain pelaksanaannya yang terpusat dan berskala raksasa memicu kekhawatiran mengenai netralitas kebijakan negara. Muncul pertanyaan besar: apakah ini murni misi sosial, atau justru strategi politik yang dikemas dalam bentuk kebijakan?

Kritik tajam datang dari Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Denny Charter. Ia menilai ada garis batas yang sangat tipis antara pemenuhan kesejahteraan sosial dengan instrumen mobilisasi politik yang sistematis.

Baca Juga :  Persit KCK Cabang XXX Yonif 112 PD Iskandar Muda mengikuti Zoom Meeting Talkshow Bintal Ideologi

Dua Titik Kritis Analisis Denny Charter
Dalam analisanya, Denny menyoroti potensi kerentanan institusional yang bisa membuat program ini melenceng menjadi “mesin politik” penguasa:

1. Struktur Komando Koperasi yang Janggal
Koperasi seharusnya lahir dari bawah ke atas (bottom-up) sebagai entitas ekonomi demokratis. Namun, Koperasi Merah Putih dinilai memiliki struktur command control yang sangat terpusat. Denny melihat keberadaan sistem komando ini mengindikasikan upaya pengorganisasian massa yang lebih menyerupai infrastruktur pemenangan elektoral daripada institusi ekonomi mandiri.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh dan DPRA Sampaikan Usulan Revisi UU Pemerintahan Aceh kepada Badan Legislasi DPR RI

“Sentralisasi ini berpotensi menjadikan koperasi sebagai alat kontrol logistik di akar rumput untuk menjaga loyalitas konstituen,” ujar Denny.

2. “Pork Barrel” Menuju 2029
Dengan kucuran dana triliunan rupiah yang langsung menyentuh rakyat kecil, program MBG dan KMP dianggap memiliki anatomi sebagai kebijakan Pork Barrel atau “politik gentong babi”—yaitu pemanfaatan anggaran negara untuk mengamankan dukungan politik.

“Secara teoritis, pihak yang memegang kendali program ini memiliki hak istimewa elektoral yang tidak seimbang dibandingkan penantang politik mana pun di masa depan,” tegasnya.

Baca Juga :  Mewakili Sekda Aceh, Karo Hukum Setda Aceh Hadiri Rakornas Produk Hukum Daerah di Samarinda

Tantangan Demokrasi: Checks and Balances
Denny Charter memperingatkan bahwa pemusatan kekuatan logistik dan aparat dalam satu tangan adalah anomali dalam negara demokrasi modern. Tantangan terbesar saat ini adalah sejauh mana kekuatan masyarakat sipil, parlemen, dan kelompok oposisi mampu memberikan fungsi checks and balances (pengawasan) yang efektif.

“Tanpa pengawasan yang ketat, kebijakan distribusi bantuan seperti ini akan selalu rentan ‘dibajak’ menjadi kendaraan politik jangka panjang,” tutup Denny.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Wali Nanggroe Kunjungi Jusuf Kalla Usai 4 Pulau Dikembalikan ke Aceh

Nasional

Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih Selvi Gibran Buka Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Laksanakan Pengobatan Gratis dan Anjangsana kepada masyarakat Distrik Ilu

Nasional

Persiraja Resmi Perkenalkan Lima Talenta Lokal Aceh untuk Musim 2026/27

Nasional

Panen Kacang Panjang, Lapas Perempuan Ternate Dukung Ketahanan Pangan

Hukum

7 Tahun Buron, Pulan Wonda Akhirnya Dibekuk: Satgas Cartenz Tegakkan Hukum Profesional dan Transparan

Nasional

Operasional Bandara Soekarno-Hatta, Halim, dan Husein Sastranegara Kembali Dibuka Pasca-Erupsi Gunung Anak Krakatau

Nasional

Skandal Narkoba Guncang Polri, Desakan Reformasi Total Menguat