Home / Ekonomi

Sabtu, 26 September 2026 - 15:19 WIB

Menaker Yassierli Dukung Pengembangan Sektor Perikanan di Bungus Padang untuk Serap Tenaga Kerja Lokal

REDAKSI

Menteri Ketenagakerjaan Menaker Yassierli tegaskan komitmen dukung pengembangan usaha di sektor perikanan yang dinilai berpotensi buka lapangan kerja baru dan serap tenaga kerja lokal.

Menteri Ketenagakerjaan Menaker Yassierli tegaskan komitmen dukung pengembangan usaha di sektor perikanan yang dinilai berpotensi buka lapangan kerja baru dan serap tenaga kerja lokal.

PADANG — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan usaha di sektor perikanan yang dinilai berpotensi membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja lokal.

Dukungan tersebut disampaikan Yassierli sewaktu melakukan kunjungan ke pabrik pengolahan hasil perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (25/9/2026).

Pada peninjauan itu, Menaker mengapresiasi keberanian wirausahawan muda yang mengelola pabrik pengolahan perikanan tersebut hingga mampu mempekerjakan puluhan tenaga kerja dari masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa usaha yang berdampak langsung pada perluasan kesempatan kerja akan senantiasa mendapatkan dukungan pemerintah.

Baca Juga :  Harga Emas Tembus Rp3,1 Juta per Gram, BSI Pastikan Stok Aman

“Selama prospeknya untuk penciptaan lapangan kerja baru, pasti insyaallah saya akan dukung,” kata Yassierli.
Bentuk dukungan yang disiapkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) salah satunya adalah peningkatan kapasitas SDM. Lewat Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Kemnaker menyediakan program pelatihan kerja berkala bagi pekerja dan nelayan. Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, lengkap dengan fasilitas operasional dan uang saku untuk para peserta.

Baca Juga :  Kinerja Keuangan BSI Tumbuh Positif Sepanjang 2025

Di samping penguatan kapasitas tenaga kerja, Yassierli menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Sinergi ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi pengolahan produk turunan perikanan sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Di sisi lain, para pelaku usaha di lokasi menyuarakan sejumlah kendala operasional, khususnya kebutuhan pasokan BBM bersubsidi dan ketersediaan air bersih yang memadai.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Sumbagut Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi per 1 September 2026, Pertamax Turbo Hingga Dex Series Naik

Layanan dasar ini dibutuhkan untuk menunjang operasional sekitar 70 hingga 80 unit kapal penangkap ikan yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Menanggapi aspirasi tersebut, Menaker berjanji akan membantu menjembatani komunikasi serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar mendapat solusi.

“Aspirasi yang berkaitan dengan sarana operasional dan efisiensi kawasan ini akan terus kita dorong bersama agar aktivitas ekonomi sektor perikanan di Bungus terus berkembang secara berkelanjutan,” tutur Yassierli.

Penulis: Tika Fitri Lestari 

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

DPRK Dukung Pemko Banda Aceh Lakukan Pengawasan terkait Optimalisasi PAD

Ekonomi

Harga Emas di Aceh Tembus Rp8,6 Juta per Mayam, Akankah Menuju Rp10 Juta?

Ekonomi

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Ekonomi

Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim: Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

Ekonomi

Ketua TP PKK Aceh Ajak Masyarakat Manfaatkan Janeng untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga

Ekonomi

Perubahan Desil Ekonomi Buka Peluang 50 Mahasiswa USK Raih KIP Kuliah 2026

Ekonomi

PT Surveyor Indonesia dan BPMA Dorong Pengelolaan Migas Berkelanjutan untuk Ekonomi Aceh

Ekonomi

Gelar Produk IKM di ICE 2026 Medan, Banda Aceh Targetkan Perluasan Pasar Nasional