Home / Ekonomi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:15 WIB

PEDAGANG KECIL DI ACEH TAMIANG TERHIMPIT KELANGKAAN DAN LONJAKAN HARGA AYAM

REDAKSI

Kelangkaan dan lonjakan harga ayam potong di Pasar Pagi Kualasimpang, Aceh Tamiang, menghimpit pedagang kecil selama sepekan.

Kelangkaan dan lonjakan harga ayam potong di Pasar Pagi Kualasimpang, Aceh Tamiang, menghimpit pedagang kecil selama sepekan.

KUALASIMPANG — Kelangkaan dan lonjakan harga ayam potong di Pasar Pagi Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, kian menghimpit para pedagang kecil. Sudah sepekan terakhir, stok ayam mendadak langka dan harganya melambung tinggi. Sebelum pukul sembilan pagi, lapak-lapak pedagang sudah kosong melompong, menyisakan kepasrahan bagi para pelaku UMKM yang menggantungkan hidup dari jualan harian.

Erwin Syahputra, seorang pedagang ayam yang sudah belasan tahun berjualan di pasar tersebut, mengaku belum pernah menghadapi situasi sesulit ini. Harga ayam potong kini menembus Rp80 ribu per ekor dengan pasokan yang sangat minim. Erwin bahkan terpaksa tidak berjualan selama dua hari berturut-turut lantaran sama sekali tidak mendapatkan stok barang.

Baca Juga :  Perkuat Gerbang Pembayaran Nasional, BSI Luncurkan Hasanah KKI Card

Ia menduga kuat bahwa minimnya pasokan ayam di pasaran dipicu oleh besarnya borongan stok untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Belasan tahun saya jualan, belum pernah sejarahnya cari ayam sesusah ini. Pasokannya sama sekali tidak ada. Seperti ada permainan orang-orang berduit saja, sementara kami pedagang UMKM ini yang mati perlahan,” ujar Erwin, Sabtu (22/8/2026).

Erwin menyuarakan ketakutan para pedagang kecil yang tak berdaya berhadapan dengan program skala besar tersebut. Ia berharap pemerintah memiliki solusi khusus agar tidak mengganggu pasokan bagi masyarakat umum.

“Kalau program MBG mau dilanjutkan, tolong pemerintah bikin kandang sendiri, jangan borong dari kandang masyarakat umum. Permintaan mereka terlalu besar, akhirnya kami pedagang harian tidak kebagian. Kami yang kecil ini tidak mungkin sanggup melawan program pemerintah yang sebesar itu,” ulasnya.

Baca Juga :  Bank Aceh Serahkan Dividen Rp1,8 Miliar dan Zakat Rp400 Juta ke Pemkab Aceh Tenggara

Dampak krisis pasokan ayam ini turut menjalar ke usaha penggilingan bakso milik Sugeng Prastio, yang mengalami penurunan omzet tajam hingga 40 persen. Banyak pelanggannya yang berprofesi sebagai pedagang bakso dan siomay memilih meliburkan diri karena tidak sanggup menanggung biaya modal yang terus naik.

Sugeng menceritakan bahwa saat sekolah libur tiga minggu beberapa waktu lalu, pasokan ayam sempat lancar dan harga bahan pokok kembali normal. Namun, begitu program MBG kembali berjalan, harga-harga langsung melonjak drastis.

“Bingung jadinya. Orang mau giling takut nambah modal, sementara pendapatan sering nombok. Bahkan banyak pelanggan saya pedagang siomay yang akhirnya banting setir jadi kuli kasar. Mereka bilang sudah tidak ada untungnya lagi jualan,” beber Sugeng.

Baca Juga :  TTI Desak Kementan Buka Data Pengelolaan Bantuan Pemulihan Pertanian Aceh Rp2,5 Triliun

Kondisi serupa dirasakan Rismawadi, pedagang siomay asal Kampung Alurmanis yang sehari-hari berjualan di Kampung Pahlawan. Ia harus membeli daging ayam filet seharga Rp35 ribu per kilogram, naik drastis dari harga normal Rp20 ribu per kilogram.

Lonjakan harga bahan baku dan bahan pendukung lain, seperti kantong plastik, membuat pendapatan bersih Rismawadi merosot drastis dari yang biasanya mencapai Rp200 ribu per hari kini hanya tersisa Rp70 ribu hingga Rp80 ribu.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

DAHSYAT! Daun Biasa Pulau Weh Disulap Jadi ‘Emas Hijau’ Bernilai Jutaan: Kebangkitan Ekonomi Perempuan Sabang di Tengah Pandemi

Ekonomi

Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah di Tengah Volatilitas Global

Ekonomi

Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah, Yuk Ramaikan Bhayangkara Run 2025! 

Ekonomi

Dari Sampah Kelapa ke Aksi Iklim: Solusi Bangun Andalas Raih PROPER Hijau 2025

Ekonomi

Presiden Prabowo Siap Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026

Ekonomi

Krue Seumangat, Perpustakaan BI Aceh Hadirkan Senyum dan Semangat Anak-Anak Pidie Jaya

Aceh Besar

Kadis SI Aceh Besar Hadiri Penyerahan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu dari Kodam IM

Ekonomi

Rangkaian Milad ke-5, BSI Aceh Laksanakan Donor Darah di Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Sabang