Home / Aceh / Peristiwa

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:17 WIB

Muhammad Jafar, Pahlawan Sunyi yang Selamatkan Lebih 100 Korban Banjir Bandang di Aceh Utara

REDAKSI

Di saat banyak orang menyelamatkan diri, Muhammad Jafar memilih untuk kembali ke pusaran banjir demi menolong warga yang terjebak. Kisahnya mengingatkan bahwa pahlawan sejati sering kali lahir dari kesederhanaan dan keberanian yang muncul dalam kesunyian.

Di saat banyak orang menyelamatkan diri, Muhammad Jafar memilih untuk kembali ke pusaran banjir demi menolong warga yang terjebak. Kisahnya mengingatkan bahwa pahlawan sejati sering kali lahir dari kesederhanaan dan keberanian yang muncul dalam kesunyian.

Aceh Utara – Di tengah kepanikan dan teriakan minta tolong saat banjir bandang menerjang Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, muncul sosok pahlawan yang tak mengenakan seragam apa pun. Ia bukan anggota TNI, bukan pula bagian dari tim SAR. Namun keberaniannya menyelamatkan lebih dari 100 nyawa menjadikannya pahlawan sejati bagi warga desa yang dilanda bencana.

Namanya Muhammad Jafar, seorang pemuda desa yang pada saat kejadian memilih melawan rasa takut demi menyelamatkan sesama. Ketika arus banjir bandang datang dengan deras, menghanyutkan rumah, ternak, dan barang-barang milik warga, sebagian besar orang berusaha menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing. Namun tidak dengan Jafar.

Baca Juga :  Bank Aceh Syariah Rayakan HUT ke-52: Satukan Langkah Bangun Aceh, Kuatkan Komitmen untuk Mandiri dan Sejahtera

Tanpa peralatan keselamatan yang memadai, tanpa perintah, dan tanpa sorotan kamera, Jafar berulang kali menerobos derasnya arus banjir. Ia bolak-balik mengevakuasi warga yang terjebak, mulai dari anak-anak, perempuan, hingga orang lanjut usia. Dengan tenaga seadanya dan keberanian yang luar biasa, Jafar menuntun satu per satu korban menuju tempat yang lebih aman.

Aksi heroik itu berlangsung dalam situasi yang sangat berbahaya. Air banjir yang keruh dan deras berpotensi menyeret siapa saja yang lengah. Namun Jafar seolah tak menghiraukan risiko terhadap keselamatannya sendiri. Baginya, satu nyawa yang terselamatkan jauh lebih berarti daripada rasa takut yang menghantui.

Baca Juga :  Polda Aceh Ajak Wartawan Kolaborasi Sukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional

Hingga banjir mulai surut, tercatat lebih dari 100 orang berhasil diselamatkan berkat aksinya. Banyak warga yang mengaku tidak akan selamat jika bukan karena pertolongan Jafar. Ironisnya, di tengah jasanya yang luar biasa, pemuda ini tidak pernah mencari pujian. Ia menjalani semua itu dalam sunyi, tanpa dokumentasi dan tanpa keinginan untuk dikenal.

Kisah Muhammad Jafar menjadi pengingat bahwa pahlawan sejati sering kali hadir dari kalangan biasa. Mereka tidak selalu memakai seragam, tidak selalu datang dengan peralatan lengkap, dan tidak selalu berada dalam sorotan. Kadang, mereka hanya datang dengan satu hal paling mendasar: keberanian dan kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga :  Bahas Ranqan RPJMA 2025-2029, Pemerintah Aceh Apresiasi DPRA

Di Aceh, tanah yang dikenal sebagai rahimnya para pejuang, nilai keberanian dan solidaritas masih hidup dan mengakar kuat. Sosok Muhammad Jafar menjadi bukti bahwa semangat itu tidak pernah padam, bahkan di tengah bencana dan keterbatasan.

Aksi heroik Jafar kini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak membutuhkan pangkat atau jabatan. Dalam situasi paling genting sekalipun, keberanian satu orang dapat menyelamatkan ratusan nyawa dan menyalakan harapan di tengah kepungan bencana.

Di tengah derasnya banjir bandang Aceh Utara, Muhammad Jafar telah membuktikan satu hal: pahlawan sejati tidak pernah menunggu panggilan. Mereka bergerak karena hati.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

Seminar Inspirasi Umroh Akbar di Simeulue: Ratusan Peserta Menangis Haru Diringi Kisah Panggilan Allah

Aceh

Disdik Aceh Tegaskan Tidak Ada Biaya Pendaftaran Ulang SPMB 2025

Aceh

Pemerintah Aceh Targetkan Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2028 

Aceh

VKN LAN 2025 Angkatan XXIV: Bangun Desa untuk Pemerataan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan

Aceh

Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Rumah untuk Korban Bencana Aceh

Aceh

Kapolda Aceh: Waktunya Membangun, Disharmoni No

Berita

Wanita ODGJ di Syiah Kuala Ini Tinggal bersama Jasad Suaminya yang Telah Membusuk Beberapa Hari

Aceh

Sekda: Butuh Dukungan Media untuk Membangun Aceh