Aceh Besar — Seorang nelayan asal Pulo Aceh dilaporkan hilang saat melaut di perairan Aceh Besar. Korban diketahui bernama Shadiqin, yang hingga kini belum kembali ke daratan setelah terakhir kali beraktivitas di laut pada Sabtu malam, 1 Februari 2026.
Kabar hilangnya Shadiqin pertama kali diketahui setelah keluarga dan rekan sesama nelayan tidak lagi mendapat kabar dari korban sejak malam hari. Menurut informasi yang dihimpun dari kelompok nelayan setempat dan pihak keluarga, Shadiqin berangkat melaut pada sore hari untuk mencari ikan seperti biasa.
Namun, situasi mulai mengkhawatirkan ketika sekitar pukul 21.00 WIB, komunikasi dengan korban tiba-tiba terputus. Sejak saat itu, Shadiqin tidak dapat dihubungi dan tidak ada tanda-tanda dirinya kembali ke daratan.
Korban terakhir diketahui berada di sekitar perairan Pulau Sidom, tepatnya di sebelah barat Pulau Breuh, wilayah Pulo Aceh. Saat melaut, Shadiqin menggunakan sebuah bot tep-tep berwarna merah dengan lis biru.
Berdasarkan dugaan sementara dari para nelayan, hilangnya kontak kemungkinan besar disebabkan oleh kerusakan mesin bot. Kondisi tersebut diduga membuat korban kesulitan mengendalikan perahu dan tidak mampu kembali ke daratan, apalagi perairan di kawasan tersebut dikenal memiliki arus yang cukup kuat pada malam hari.
Hingga berita ini diturunkan, Shadiqin masih belum ditemukan. Pihak keluarga bersama nelayan setempat terus melakukan upaya pencarian secara mandiri dengan menyisir area perairan sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Keluarga korban juga berharap adanya bantuan dari pihak terkait serta informasi dari masyarakat luas yang mungkin melihat keberadaan korban maupun bot yang digunakan.
“Masyarakat yang mengetahui atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun perahunya di sekitar perairan Aceh Besar dan sekitarnya diimbau segera menghubungi pihak keluarga atau aparat setempat,” ujar salah seorang kerabat korban.
Selain itu, keluarga juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar Shadiqin dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Upaya pencarian masih terus berlangsung, sementara harapan besar tetap menyertai keluarga dan warga nelayan Pulo Aceh agar korban bisa kembali berkumpul bersama keluarga.(**)
Editor: Dahlan









