Home / Aceh

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:24 WIB

Pasca Lebaran, Program Makan Bergizi Gratis di Banda Aceh Kembali Bergulir Penuh

REDAKSI

Petugas di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banda Aceh sedang menyiapkan porsi makanan segar untuk didistribusikan kepada penerima manfaat, Selasa (31/3/2026).

Petugas di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banda Aceh sedang menyiapkan porsi makanan segar untuk didistribusikan kepada penerima manfaat, Selasa (31/3/2026).

Banda Aceh – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banda Aceh resmi beroperasi normal kembali mulai Selasa (31/3/2026), setelah sempat jeda selama bulan Ramadan dan libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada hari pertama pengoperasiannya, tercatat sebanyak 95.593 porsi makanan telah disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

​Koordinator Wilayah Kota Banda Aceh, Muhammad Reza, mengonfirmasi bahwa seluruh infrastruktur pendukung program telah aktif.

​“Hari ini merupakan hari pertama pendistribusian MBG pasca Ramadan. Sebanyak 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah beroperasi dan seluruhnya terlibat dalam penyaluran porsi makanan tersebut,” ujar Reza.

Baca Juga :  Aceh Besar Juara Umum Lomba Masak Serba Ikan

​Pembaruan Menu: Fokus pada Makanan Segar

​Ada perubahan signifikan dalam standar operasional prosedur (SOP) pemberian makanan kali ini. Sesuai dengan arahan pusat, pihak pengelola kini sepenuhnya menghapuskan menu kering.

​Menu Lama: Masih menyertakan jenis makanan kering.

​Menu Baru: Seluruhnya berupa fresh food (menu basah) yang siap santap.

Baca Juga :  Sekda Aceh Tinjau Penanganan Darurat Bencana dan Kerusakan Jalan di Aceh Utara ‎

​Kebijakan ini diambil untuk memastikan kualitas gizi yang diterima masyarakat, khususnya anak-anak sebagai prioritas utama, tetap terjaga dan lebih efektif diserap tubuh.

​Wacana Penyesuaian Jadwal Distribusi

​Terkait wacana Pemerintah Pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengubah pola distribusi menjadi lima hari sepekan (mengikuti hari sekolah), Reza menyatakan bahwa wilayah Aceh masih menjalankan skema lama.

​Meskipun BGN membuka opsi distribusi hingga hari Sabtu untuk daerah kategori Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) guna menekan angka stunting, pihak wilayah masih menunggu instruksi formal.

Baca Juga :  ATENSI 2025 Ditutup, Aceh Kirim Duta Seni Terbaik ke Tingkat Nasional

​“Untuk Aceh belum ada perubahan. Kami masih menunggu petunjuk dari BGN pusat terkait mekanisme distribusi ke depan,” tambahnya.

​Dengan kembali beroperasinya 36 SPPG secara optimal, program MBG diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga asupan gizi masyarakat serta menekan angka stunting di Kota Banda Aceh.

Editor: redaksi

Share :

Baca Juga

Agama

Wagub Fadhlullah Hadiri Maulid Nabi di Balee Jeumala, Bahas Isu Sosial Bersama Ulama

Aceh

Bangkit dari Lumpur Banjir, Pendidikan Aceh Harus Tetap Berjalan

Aceh

Kodam IM dirikan Posko Kesehatan di berbagai Wilayah terdampak Banjir di Aceh

Aceh

Terima Audiensi Pangdam IM dan Kajati, Kapolda Aceh: Momen Penting untuk Memperkuat Sinergisitas TNI-Polri dan Kejaksaan

Aceh

Bank Indonesia Provinsi Aceh Bersama Perbankan Jaga Kelancaran Sistem Pembayaran di Aceh

Aceh

Aceh Dapat Alokasi Rp1,6 Triliun, Pemerintah Pusat Kembalikan DAK dan TKD 2026

Aceh

Seminar Inspirasi Umroh Akbar di Simeulue: Ratusan Peserta Menangis Haru Diringi Kisah Panggilan Allah

Aceh

370 Warga Dievakuasi ke Banda Aceh Menggunakan KM Express Bahari 2F