LHOKSEUMAWE – Pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pase di Lhokseumawe terhenti selama empat hari, terhitung sejak Jumat (25/9/2026) hingga Senin (28/9/2026). Kondisi ini mengganggu aktivitas harian warga yang bergantung pada aliran air tersebut.
Salah seorang pelanggan PDAM Tirta Pase, Muhammad, mengungkapkan bahwa keluarganya kini kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Padahal, ia mengaku selalu taat membayar tagihan tepat waktu.
“Padahal kami selalu membayar iuran bulanan sesuai waktunya, dan selama pasokan air PDAM terhenti, kami terpaksa membeli air isi ulang untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, minum hingga berwudu,” ujar Muhammad, Senin (28/9/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan harian, keluarga Muhammad harus membeli sekitar lima galon air isi ulang setiap harinya. Dengan harga Rp5.000 per galon, ia harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp25.000 per hari.
Pengeluaran ekstra ini dirasakan cukup membebani keuangan keluarga jika gangguan terus berlarut-larut, mengingat ia tetap rutin membayar kewajiban bulanan ke PDAM.
“Selama ini saya rutin membayar iuran bulanan. Besarnya sekitar Rp120 ribu sampai Rp150 ribu per bulan, dan biasanya kami bayar iuran bulanan air PDAM di tanggal 10 hingga 15, sedangkan catat meter pada tanggal 6,” jelasnya.
Muhammad menambahkan, walau memiliki sumur di rumah, kualitas airnya kurang baik sehingga keluarganya lebih memilih mengandalkan layanan PDAM Tirta Pase.
Ia berharap pihak PDAM segera mengatasi masalah tersebut agar distribusi air kembali normal. “Kami tentunya berharap air segera mengalir kembali. Kalau terus seperti ini, kami juga tidak sanggup membeli air isi ulang setiap hari,” pungkasnya.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









