Home / Berita / Hukrim

Minggu, 13 Juli 2025 - 09:52 WIB

Seorang Pria di aceh Timur Melakukan Kekerasan Seksual Kepada Anak Kandungnya Sejak SD

REDAKSI

FA (41), warga Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, ditangkap lantaran diduga kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang masih berusia 14 tahun. (Foto:ist)

FA (41), warga Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, ditangkap lantaran diduga kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang masih berusia 14 tahun. (Foto:ist)

Aceh Timur – Pria berinisial FA (41), ditangkap oleh Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur, Polda Aceh, pada Jumat, 11 Juli 2025.

Pria asal Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur ini diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang masih berusia 14 tahun.

Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, melalui Kasat Reskrim Iptu Adi Wahyu Nurhidayat menyebutkan, kasus ini mulai terungkap pada April 2025, ketika istri FA yang juga ibu dari korban mencurigai interaksi tak wajar antara suaminya dan anak perempuannya di dalam kamar.

Baca Juga :  Satpol PP dan WH Aceh Besar Tertibkan Pedagang Takjil Selama Ramadhan 1446 H

“Awalnya sang ibu melihat FA sering bermain ponsel bersama putrinya di kamar. Kecurigaan itu mendorongnya untuk bertanya langsung kepada korban.”

“Dengan berlinang air mata, korban akhirnya mengaku telah disetubuhi ayahnya sendiri berulang kali sejak masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar,” ujar Adi Wahyu, Sabtu, 12 Juli 2025.

Baca Juga :  Rita Mayasari Pimpin Rapat Perdana Bunda PAUD Aceh Besar

Pengakuan memilukan itu membuat sang ibu segera melaporkan FA ke pihak kepolisian.

Menurut keterangan Kasat Reskrim, tindakan pelaku tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga melukai kepercayaan seorang anak terhadap orang tuanya yang semestinya menjadi pelindung.

“FA telah kami amankan dan saat ini ditahan di ruang tahanan Polres Aceh Timur. Kami berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk kekerasan seksual terhadap anak, terutama jika dilakukan oleh anggota keluarga sendiri,” tegas Adi Wahyu.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Panggil Direktur PDAM Tirta Mountala untuk Paparkan Hasil Kerja Periode 2018-2024

FA kini dijerat dengan Pasal 50 dan/atau Pasal 49 dan/atau Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Dalam aturan itu disebutkan bahwa pelaku pemerkosaan terhadap mahram diancam dengan hukuman cambuk paling sedikit 150 kali dan paling banyak 200 kali, denda emas murni antara 1.500 hingga 2.000 gram, atau pidana penjara antara 150 hingga 200 bulan.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Yonif 117/KY Latihan Menembak Reaksi, Danrem 012/TU Tekankan Profesionalisme Prajurit

Berita

Plt Sekda Aceh: Pancasila adalah Jiwa Bangsa

Aceh Besar

Aceh Besar Dorong Akreditasi Perpustakaan Hingga Tingkat Gampong

Berita

Presiden Tegaskan Komitmen Pemerintah Sediakan Makanan Bergizi untuk Anak Indonesia

Berita

Wakili Pj Bupati Aceh Besar, Ir. Makmun Terima 700 Mahasiswa PPKPM UIN Ar Raniry

Berita

Pemerintah Aceh Tegaskan Komitmen Pemberantasan Korupsi melalui Sinergi Bersama KPK

Berita

Panitia Rakernas dan HUT ke- 79 SPS Audiensi dengan Kadis Kominsa Aceh

Berita

Pemerintah Aceh Mendukung Penuh Pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi