Home / Nasional

Rabu, 30 September 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Indonesia Buka 480 Dapur MBG Mulai Oktober 2026, Prioritaskan Wilayah Terpencil

REDAKSI

Pemerintah Indonesia buka 480 dapur program Makan Bergizi Gratis MBG mulai Oktober 2026 dengan prioritas wilayah terpencil dan tertinggal termasuk Papua.

Pemerintah Indonesia buka 480 dapur program Makan Bergizi Gratis MBG mulai Oktober 2026 dengan prioritas wilayah terpencil dan tertinggal termasuk Papua.

JAKARTA — Pemerintah Indonesia dijadwalkan membuka 480 dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Oktober 2026. Sebagian besar dari fasilitas ini akan ditempatkan di wilayah terpencil dan tertinggal, termasuk kawasan Papua.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjelaskan bahwa sebanyak 269 dapur akan didirikan di 16 provinsi di Indonesia bagian timur yang memiliki tingkat stunting tinggi. Wilayah tersebut meliputi Gorontalo, Maluku, dan sejumlah provinsi di Pulau Papua. Sementara itu, 211 dapur lainnya akan dibangun di berbagai wilayah lain di Indonesia.

“Dapur-dapur tersebut akan diaktifkan mulai Jumat,” ujar Sudaryono dalam unggahan video di Instagram pada Rabu (30/9/2026), dilansir dari Reuters.

Baca Juga :  Tim 9 Kejagung Terima Pengembalian Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus TPPU

Tahapan Aktivasi dan Target Program

Aktivasi dapur ini akan dilakukan secara bertahap:

  • Pada tahap awal, pemerintah akan memberikan pelatihan bagi tenaga yang terlibat.
  • Jumlah produksi makanan akan terus ditingkatkan sepanjang bulan Oktober.

Program MBG merupakan salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto yang mulai berjalan sejak 2025. Target utamanya adalah menyediakan makanan bergizi bagi sekitar 83 juta anak sekolah dan ibu hamil guna mengatasi masalah kekurangan gizi di Indonesia.

Tantangan dan Isu Pelaksanaan

Baca Juga :  Polri Perkuat Layanan Publik yang Mudah, Cepat dan Responsif melalui SuperApp Polri

Meski menjadi program prioritas, pelaksanaan MBG menghadapi berbagai sorotan dan tantangan, di antaranya:

  • Dugaan korupsi.
  • Lebih dari 50.000 kasus keracunan makanan.
  • Penutupan sejumlah dapur yang dikelola oleh pihak swasta.
  • Kekhawatiran mengenai besarnya kebutuhan anggaran yang berpotensi meningkatkan defisit fiskal.

Pemangkasan Anggaran dan Dampaknya

BGN menyatakan bahwa pemerintah kini memprioritaskan penerima manfaat di wilayah terpencil setelah anggaran MBG tahun ini dipangkas dari Rp335 triliun menjadi Rp229 triliun. Adapun untuk tahun 2027, anggaran program tersebut telah ditetapkan sebesar Rp240 triliun.

Dampak pemangkasan anggaran ini turut dirasakan oleh para pengelola dapur MBG yang sebelumnya telah menyiapkan fasilitas di daerah terpencil. Reuters melaporkan bahwa ratusan investor menghadapi penundaan pembayaran dari pemerintah akibat kebijakan efisiensi anggaran. Akibatnya, sejumlah fasilitas dilaporkan tidak beroperasi selama berbulan-bulan.

Baca Juga :  Penerus Banten Apresiasi Peresmian Pos Kesehatan Merah Putih

Melalui aktivasi 480 dapur baru mulai Oktober ini, pemerintah berupaya memperluas cakupan program sekaligus meningkatkan penyaluran MBG di daerah dengan kebutuhan gizi tinggi. Setelah dapur resmi diaktifkan, para pemilik dapur diharapkan mulai menerima pembayaran dari pemerintah, meski mekanisme rinci terkait pembayaran tersebut belum dijelaskan lebih lanjut.

Penulis: Tika Fitri Lestari 

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Bersiap Bahas RUU Migas Bersama DPR RI, Presiden Prabowo Tunjuk Lima Menteri

Nasional

Hadiri Maulid IKNR. Ini pesan Wagub Aceh Untuk Perantau di Jakarta

Nasional

Silaturahmi IKAFENSY: Membangun Kebersamaan Alumni FEB USK

Nasional

Prabowo Tegaskan Negosiasi Ekonomi Harus Untungkan Indonesia

Nasional

Kalapas Perempuan Ternate Teken PKS dengan Polsek Pulau Ternate, Perkuat Sinergi Keamanan Lapas

Berita

Kapolres Pastikan Isu Pembegalan di Aceh Selatan Adalah Hoaks

Hukrim

Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Teror Kiriman Kepala Babi di Kantor Tempo

Nasional

Komisi III DPR RI Petakan 13 Tindak Pidana dalam RUU Perampasan Aset