Banda Aceh — Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Prodi IAN terlibat aktif dalam memberikan edukasi mengenai implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Aksi edukasi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2026 yang dipusatkan di arena Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kegiatan yang mengusung tajuk SEHATI (Selebrasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia) 2026 ini digelar atas kerja sama dengan The Aceh Institute, Pemerintah Kota Banda Aceh, serta sejumlah organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organization/CSO) dan komunitas pemuda. Gerakan bersama ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran publik terhadap bahaya rokok, dengan fokus utama melindungi anak-anak dan remaja.
Aksi solidaritas kesehatan ini menggandeng banyak pihak demi memperluas jangkauan edukasi. Selain Laboratorium IAN UIN Ar-Raniry, lembaga dan komunitas yang turut terlibat aktif dalam kolaborasi ini meliputi:
Youth Action on Tactical Transformation (YATTA)
Urban Sustainability Policy Institute (UPSI) Center for Indonesian Medical Student Activities Universitas Syiah Kuala (CIMSA USK)
Acara ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Banda Aceh, Said Fauzan S., yang hadir mewakili Wali Kota Banda Aceh. Dalam sambutannya, Said Fauzan menegaskan bahwa momentum HTTS harus dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, salah satunya melalui penegakan implementasi KTR di ruang publik.
”Persoalan rokok bukan hanya menyangkut kebiasaan pribadi, tetapi telah menjadi tantangan sosial dan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. KTR merupakan bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat mendapatkan udara bersih dan lingkungan sehat,” ujar Said Fauzan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua YATTA sekaligus koordinator acara, Mhd Hafiz Daniel, menekankan pentingnya sinergi dalam mengawal kebijakan pengendalian rokok, khususnya di wilayah Ibu Kota Provinsi Aceh ini.
”Tidak ada yang bisa bekerja sendiri dalam gerakan ini. Semua pihak harus terlibat untuk menghadirkan ruang publik yang sehat,” tegas Hafiz, menggambarkan SEHATI sebagai gerakan kolektif masyarakat sipil.
Dukung Banda Aceh sebagai Kota Layak Anak
Keterlibatan Prodi IAN UIN Ar-Raniry dalam menghadirkan edukasi publik terkait KTR ini diarahkan secara khusus untuk mendukung komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai Kota Layak Anak. Upaya ini dilakukan dengan menekan akses serta membatasi paparan produk rokok secara ketat bagi generasi muda.
Rangkaian kegiatan SEHATI 2026 dikemas secara menarik dan aplikatif, meliputi:
Kampanye kreatif yang digerakkan oleh mahasiswa dan elemen pemuda.
Edukasi kesehatan langsung kepada pengunjung CFD.
Penyebaran informasi komprehensif mengenai dampak buruk rokok terhadap tumbuh kembang anak dan remaja.
Penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, yang didukung penuh oleh CIMSA dan Puskesmas Lueng Bata Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.
Melalui aksi nyata ini, seluruh mitra dan lembaga yang terlibat menyatakan komitmen bersama untuk terus memperkuat gerakan pengendalian tembakau di Aceh, demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan ramah bagi masa depan generasi muda.
Editor: Redaksi









